Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pantai Kuyon, Ketika Sawah dan Laut Saling Bertemu

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 07:42 WIB | Oleh:

Batuan ini bersama deburan ombak laut terbuka menciptakan suasana alami yang “bersahaja” sekaligus instagramable. Pemandangan tak biasa ini menimbulkan rasa ingin tahu: dari mana asal batu-batu halus berbentuk oval tersebut?

Wilayah pesisir selatan Trenggalek merupakan bagian dari Zona Pegunungan Selatan Jawa Timur, hasil proses tektonik antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Selama jutaan tahun, kawasan ini mengalami aktivitas vulkanik purba yang membentuk batuan beku (andesit, basalt), batuan sedimen (batu pasir, konglomerat), dan batuan gamping (kapur).

Pantai Kuyon termasuk zona campuran batuan beku vulkanik dan sedimen laut yang telah tererosi selama ribuan tahun. Batu-batu oval tersebut terbentuk dari pecahan batuan vulkanik dan sedimen keras yang terbawa erosi dan abrasi alam.

Di bagian utara pantai (perbukitan Karanggongso dan sekitarnya), batuan vulkanik tua mengalami pelapukan akibat hujan dan aliran sungai kecil. Fragmen batu yang terlepas terbawa ke pantai, berguling dan bertumbukan di dasar sungai hingga membulat. Semakin lama proses abrasi mekanik ini berlangsung, semakin halus dan oval bentuknya.

Setelah mencapai muara dan terbawa ke laut, gelombang dan arus pasang surut terus mengaduk batu-batu itu, menghaluskannya hingga membentuk hamparan kerikil oval seperti yang tampak di Pantai Kuyon.

Warna batu umumnya abu-abu tua, kehijauan, atau kehitaman menunjukkan asalnya dari batuan beku seperti basalt dan andesit. Beberapa memiliki bercak putih atau cokelat kemerahan akibat oksidasi mineral besi di permukaannya.

Secara geologis, pantai berbatu seperti ini disebut pantai krakal (shingle beach), formasi langka di pesisir selatan Jawa. Bentuk oval dan warna alaminya menjadikan Pantai Kuyon tampak artistik, sering menjadi objek favorit para fotografer dan wisatawan.

Eksplorasi dan Fasilitas

Keragaman karakter Pantai Kuyon menjadikannya destinasi yang sayang dilewatkan. Aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sini antara lain berjalan di sepanjang pantai dari ujung barat yang berpadu dengan tebing tinggi, melintasi persawahan dengan jalan beton, hingga menjelajahi Lembah Watu Pawon.

Menjelang senja, pengunjung bisa menikmati pemandangan matahari terbenam di balik tebing karang, sambil bersantai dan berpiknik menikmati bekal makanan yang dibawa.

Meskipun masih tergolong alami, Pantai Kuyon bukan berarti minim fasilitas. Dengan tiket masuk Rp5.000 dan parkir Rp2.000, wisatawan sudah bisa menikmati pemandangan alam yang memukau.

Di kawasan ini telah tersedia toilet umum, area parkir, dan warung makan sederhana, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir akan kehausan atau kelaparan. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Kesiapan Awak Kapal, Kemenhub Gelar Workshop Safety Training untuk Hadapi Situasi Darurat
    Langkah sinergis Ditjen Hubla dan manajemen PT PELNI ...
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.