Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banten Siap Sambut Investor Asing

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banten Siap Sambut Investor Asing Doc: ANTARA/HO-Pemprov Banten
Ket. Gubernur Banten Andra Soni saat menerima kunjungan Parlemen Prefektur Mie Jepang di Kantor Gubernur Banten Serpong Utara, Tangerang Selatan.

TANGERANG- Setiap daerah memerlukan penanaman modal. Demikian juga dengan Provinsi Banten yang saat ini siap menyambut investor dari Jepang. Pemerintah Provinsi Banten dan Parlemen Prefektur Mie Jepang penjajakan kerja sama terkait peningkatan sumber daya manusia (SDM) dalam bagian mewujudkan sister province.

Gubernur Banten Andra Soni di Tangerang, Rabu, mengatakan pertemuan dengan Parlemen Prefektur Mie Jepang sudah dua kali: tanggal 6 Mei 2025 dan 3 Agustus 2026. Pada pertemuan terakhir, Pemprov Banten mengajak rombongan meninjau ruang praktik Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Provinsi Banten di Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Rombongan yang dipimpin langsung Ketua Parlemen Prefektur Mie Mr Inagaki tersebut, diharapkan masuknya investasi dari Jepang ke Provinsi Banten. “Kita perlihatkan fasilitas pelatihan, dan bertahap sampai pada sister province. Kita akan memfasilitasi investor Prefektur Mie untuk masuk ke Provinsi Banten,” kata Andra.

Andra Soni mengungkapkan, ada beberapa provinsi di luar negeri yang ditargetkan menjadi sister province. Pemerintah bahkan sudah menyiapkan kantor promosi untuk investasi masuk ke Banten. “Provinsi Banten sangat terbuka dengan investasi. Tentunya investasi ini yang selaras dengan apa yang dicanangkan presiden, khususnya hilirisasi,” tegas Andra Soni.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Virgojanti mengatakan rombongan Parlemen Mie sangat merespons positif hasil kunjungan pertama dengan fokus adalah meningkatkan sumber daya manusia. Ke depan, lanjut Virgojanti, tidak menutup kemungkinan kerja sama bisnis antara Provinsi Banten dengan Prefektur Mie akan berlanjut.

”Provinsi Banten memiliki banyak sumber daya manusia dalam usia produktif,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Septo Kalnadi mengungkapkan, tantangan ke depan adalah strategi mengimbangi mesin yang digunakan industri saat ini. Sedangkan tantangan masyarakat Indonesia ketika bekerja di Jepang adalah soal kebiasaan, termasuk budaya antre, saat menyeberang jalan, dan bahasa.

Septo juga mengungkapkan, Pemprov Banten memiliki balai pelatihan kerja yang berlokasi di Kabupaten Pandeglang dengan lahan yang lebih luas. Jika pihak Prefektur Mie tertarik, bisa dikembangkan pelatihan keahlian sesuai dengan kebutuhan industri di Prefektur Mie Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.