Covid-19 dan Flu Dapat Lipat Gandakan Risiko Terkena Serangan Jantung
📅 Jumat, 31 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/SEBASTIEN BOZON
KOTA NEW YORK - Sebuah studi terbaru telah menegaskan bahwa sejumlah infeksi virus, termasuk flu, Covid-19, dan herpes zoster, dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.
Risiko serangan jantung meningkat tiga kali lipat dalam beberapa minggu pertama setelah infeksi Covid-19, menurut penelitian, dan meningkat empat kali lipat dalam sebulan setelah infeksi flu.
Penelitian yang diterbitkan pada tanggal 29 Oktober di Journal of the American Heart Association merupakan tinjauan dan analisis besar terhadap penelitian yang ada.
"Hal ini mendukung gagasan umum yang telah kita pikirkan dan bicarakan selama beberapa tahun terakhir bahwa infeksi pada umumnya tidak jinak," kata Ziyad Al-Aly, ahli epidemiologi klinis senior di Universitas Washington di St Louis, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.
“Mungkin bermula dari virus pernapasan, tapi itu baru puncak gunung esnya, dan virus ini memiliki dampak lanjutan pada berbagai sistem organ, khususnya dalam kasus ini pada sistem kardiovaskular,” imbuh Al-Aly.
Sebaiknya Anda baca juga:
Analisis baru ini bertujuan untuk mendokumentasikan hubungan antara infeksi virus dan penyakit jantung mengingat semakin banyaknya bukti tentang dampak Covid-19 pada kesehatan kardiovaskular, kata Dr Kosuke Kawai, profesor madya kedokteran di UCLA (University of California Los Angeles) dan penulis utama makalah tersebut.
Tinjauan tersebut mencakup lebih dari 150 studi
Meskipun ukuran dan metodologinya bervariasi, penelitian tersebut secara konsisten menunjukkan hubungan antara infeksi virus dengan penyakit jantung dan stroke. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peningkatan ini paling terasa di sekitar waktu infeksi awal dan pada mereka yang mengalami kasus paling parah.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan risiko ini bertahan selama bertahun-tahun setelah infeksi awal.
Ringkasan penelitian tentang influenza menunjukkan hasil yang serupa, dengan peningkatan empat kali lipat risiko serangan jantung dan peningkatan lima kali lipat risiko stroke selama sebulan setelah infeksi.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa infeksi virus kronis, termasuk hepatitis C, HIV, dan varicella zoster, virus penyebab herpes zoster, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke seiring waktu.
Selain itu, penelitian menunjukkan adanya hubungan antara infeksi virus pernapasan sinsitial, virus papiloma manusia, demam berdarah, dan chikungunya dengan penyakit kardiovaskular, tetapi buktinya lebih terbatas.
Lalu bagaimana virus dapat melukai jantung Anda? Para ahli mengatakan, cara infeksi ini menyebabkan masalah jantung kemungkinan besar bervariasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!