Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bea Cukai Mengatakan Ekspor Semen dari Manokwari Capai Nilai 11,2 Juta Dollar AS

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 08:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bea Cukai Mengatakan Ekspor Semen dari Manokwari Capai Nilai 11,2 Juta Dollar AS Doc: ANTARA
Ket. Kepala KPP Bea Cukai Manokwari Agus Wibowo (kedua dari kanan) saat konferensi pers di Gedung Keuangan Negara Manokwari, Papua Barat, Kamis (30/10/2025).

MANOKWARI – Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea dan Cukai Manokwari, Papua Barat, menyebut volume ekspor produk semen dari Januari-September 2025 mencapai 304,9 juta kilogram dengan nilai mencapai 11,2 juta dollar AS.

Kepala KPP Bea Cukai Manokwari, Agus Wibowo, di Manokwari, Kamis (30/10), mengatakan komoditas ekspor produk semen PT Conch West Papua Cement, meliputi cement clinkerhydraulic cement, dan portland composite cement.

"Tren ini ditopang oleh permintaan pasar global terhadap produk semen dari Manokwari cukup kuat dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Agus.

Meski demikian, kata Agus, kinerja ekspor semen PT Conch West Papua hanya meningkat tipis 0,72 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 302,7 juta kilogram.

Pertumbuhan ekspor yang cenderung stagnan dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain pihak manajemen masih mencoba memperluas jangkauan pasar ke beberapa negara tujuan.

"Internal manajemen juga sudah membagi-bagi jatah pemasaran produknya. Pasar yang belum luas berpengaruh terhadap kinerja ekspor semen," ucapnya.

Dia menyebut ada lima negara tujuan ekspor semen dari Manokwari, yaitu Papua New Guinea sebanyak 32 persen, Timor Leste 30 persen, Bangladesh 17 persen, Taiwan 16 persen, dan Australia 5 persen.

Hal ini mencerminkan kualitas produksi semen PT Conch West Papua Cement telah memenuhi standar pasar internasional, sekaligus menjadi bukti produk tersebut mampu bersaing di kawasan Asia Pasifik.

"Perluasan pasar itu penting karena sangat mempengaruhi kinerja ekspor baik dari sisi volume maupun nilai," ucap Agus.

Selain itu, kata dia, kinerja impor hingga September 2025 masih didominasi bahan baku serta bahan penolong pendukung produksi semen seperti natural gypsum dan Australian steam coal. 

Namun, penerimaan negara dari impor hanya Rp210,63 juta atau terkontraksi 10,14 persen secara tahunan (yoy) akibat volume impor berkurang dibanding periode yang sama 2024.

"Kalau nilai impor tahun sebelumnya Rp224,83 juta, jadi ada penurunan. Tapi dari sisi frekuensi sama," kata dia. 

Selama periode tersebut, kata dia, Bea Cukai Manokwari juga turut melaksanakan penegakan hukum dengan melakukan penindakan terhadap peredaran 2.780 batang tembakau tanpa dilengkapi pita cukai.

Penindakan narkotika juga dilakukan bersama kepolisian dan BNN, dengan barang bukti berupa ganja kering, metamfetamin, dan tramadol yang telah ditetapkan sebagai barang dikuasai negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.