Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Jayawijaya Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba untuk Pemuda Papua Pegunungan

📅 Kamis, 30 Okt 2025, 10:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Jayawijaya Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba untuk Pemuda Papua Pegunungan Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere berfoto bersama puluhan pemuda-pemudi daerah setempat yang mengikuti kegiatan penyuluhan tentang bahaya narkoba bagi generasi muda Kabupaten Jayawijaya tanun 2025 yang digelar oleh Dinas Olahraga dan Pemuda Kabupaten Jayawijaya, Kamis (30/10) 2025.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan memperkuat pemahaman tentang bahaya narkoba bagi generasi muda daerah setempat.

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere membuka kegiatan penyuluhan tentang bahaya narkoba bagi generasi muda Kabupaten Jayawijaya tanun 2025 yang digelar oleh Dinas Olahraga dan Pemuda Kabupaten Jayawijaya.

Ronny Elopere dalam keterangan tertulis di Wamena, Kamis mengatakan kegiatan penyuluhan narkoba sangat penting karena bahaya zat adiktif berbahaya ini telah "menghantui" generasi muda di Papua Pegunungan khususnya Kabupaten Jayawijaya.

"Penyuluhan tentang bahaya narkoba bagi generasi muda yaitu untuk membantu para pemuda-pemudi Jayawijaya sebagai generasi anak bangsa, terhindar dari hal-hal yang merusak masa depan generasi mdua Indonesia khususnya di Kabupaten Jayawijaya," katanya.

Menurut dia, peredaran narkoba sudah seperti fenomena "gunung es" yang semakin lama terus membesar dan mengancam siapa saja.

"Fenomen ini sangat memprihantikan, sebab masa depan bangsa ini berada di tangan generasi muda yang saat ini menjadi sasaran Utama para pengedar narkoba," ujarnya.

Dia menjelaskan tujuan kegiatan penyuluhan untuk menciptakan pemuda yang sehat, bersih ari pengaruh narkoba dan lahir pemuda pemimpin harapan bangsa yang andal dan berkualitas.

"Kami tentu mengharapkan generasi muda Kabupaten Jayawijaya ke depan tidak terkontaminasi dengan penyalahgunaan narkoba sehingga masa depan yang cerah dan indah dapat diraih," katanya.

Dia menambahkan peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang saat ini mengintai seluruh masyarakat Indonesia, berada pada tingkat yang mengkhawatirkan bahkan dalam fase darurat narkoba.

"Meskipun upaya pemberantasan terus digalakkan, kasus-kasus baru terus bermunculan dengan jumlah signifikan, Maka butuh keseriusan seluruh komponen masyarakat, instansi pemerintah dan swasta dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Jayawijaya."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Daerah
Kabut asap batasi jarak pan...
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.