Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemensos Teguhkan Hati Wali dan Calon Siswa Sekolah Rakyat di Jakarta

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 20:09 WIB | Oleh:
Kemensos Teguhkan Hati Wali dan Calon Siswa Sekolah Rakyat di Jakarta Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Menteri Sosial Saifullah Yusuf memimpin dialog bersama dengan 190 wali calon siswa Sekolah Rakyat Berasrama Kota Jakarta Selatan di Pusdiklat Kesos Kementerian Sosial di Jakarta, Rabu (25/6).

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) meneguhkan hati para orang tua dan calon siswa Sekolah Rakyat Berasrama di Jakarta agar percaya program ini sebagai bagian untuk menghadirkan pendidikan bermartabat bagi keluarga prasejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

"Arahan yang kami terima intinya adalah memuliakan keluarga yang belum beruntung. Anak-anak dari keluarga yang kurang mampu ini harus punya kesempatan yang sama untuk menjadi manusia hebat 20 tahun ke depan," kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam agenda bertajuk "Sosialisasi dan Dialog Sekolah Rakyat Berasrama" bersama ratusan wali murid di Pusdiklat Kesos Kemensos, Jakarta, Rabu (25/6).

Mensos menjelaskan proses seleksi tidak melibatkan tes akademik, melainkan melalui verifikasi administratif dan pemeriksaan kesehatan. Meski tidak ada tes administrasi tapi dalam proses pembelajaran Sekolah Rakyat akan ada pencarian bakat siswa.

"Pemerintah hadir bukan hanya membuka sekolah, tapi juga menyembuhkan harapan,” kata Mensos.

Menurutnya, calon siswa tidak dipilih oleh menteri, gubernur, atau wali kota, melainkan berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Penjaringan dilakukan oleh para pendamping keluarga dari Kemensos bersama Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Badan Pusat Statistik (BPS) di daerah.

Sekolah Rakyat Berasrama dirancang sebagai lingkungan pendidikan yang tetap mengedepankan ikatan keluarga. Orang tua diperbolehkan menjenguk anak mereka kapan saja, asalkan tidak mengganggu proses belajar.

Kemensos juga tengah menyiapkan renovasi Pusdiklat Kesos yang berlokasi di wilayah Margaguna, Jakarta Selatan, itu untuk menampung 1.000 siswa dari tingkat SMA, dengan fasilitas yang setara dengan sekolah-sekolah unggulan.

Dalam kegiatan tersebut, Mensos menayangkan video kisah dua remaja bernama Ade dan Randi (16), warga Radio Dalam, Gandaria, Jakarta Selatan. Keduanya tidak melanjutkan sekolah ke jenjang SMA karena keterbatasan ekonomi mengingat ayah mereka hanya kuli bangunan.

"Kisah ini mewakili banyak anak yang punya potensi, tapi terhenti di tengah jalan. Sekolah Rakyat adalah jalan untuk melanjutkan mimpi mereka," katanya.

20250625200721_IMG_20250625_110536.jpeg

Ikin (63), salah satu wali calon siswa Sekolah Rakyat Berasrama menyampaikan harapannya atas program pendidikan dari Pemerintah era Kabinet Merah Putih itu di Pusdiklat Kesos Kementerian Sosial di Jakarta, Rabu (25/6). (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Mensos a juga memperlihatkan cuplikan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam acara halalbihalal bersama purnawirawan TNI dan keluarga besar Polri pada Mei lalu, dimana Presiden menyatakan komitmen membangun 100 Sekolah Rakyat Berasrama setiap tahun untuk keluarga yang paling tidak mampu.

"Kalau ayahnya pemulung, anaknya tidak harus jadi pemulung. Kalau ayahnya tukang becak, anaknya tidak harus ikut menarik becak. Kita harus berani dan berhasil mengubah nasib," tutur Mensos Saifullah mengutip pesan Presiden.

Salah satu orang wali siswa yang hadir, Ikin (63), warga Kramat Pela, Kebayoran Baru, menyampaikan rasa haru atas kesempatan yang kini terbuka untuk pendidikan anaknya, Tika Pertiwi.

Dia berharap Sekolah Rakyat bisa memberikan bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman belajar bagi anaknya yang sempat terhenti karena keterbatasan ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Menuju MotoGP Mandalika 202...
Nasional
Kecelakaan KM Virgo Transpo...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.