Sri Sultan Ajak Jaga Persatuan Lewat Dialog dan Kebudayaan
📅 Senin, 27 Okt 2025, 17:00 WIB | Oleh: Eko SMenurut Sultan, tantangan komunikasi antargenerasi juga pernah muncul pada masa reformasi ketika perbedaan pola pikir tidak dikelola dengan baik. “Yang lebih tua harus menyesuaikan diri dan mendengar aspirasi generasi muda. Dialog semacam ini penting agar masyarakat merasa aman dan nyaman. Kita berharap jalur-jalur dialog ini bisa merambat ke lapisan masyarakat lainnya,” jelasnya.
Ia pun menutup dengan ajakan untuk terus menumbuhkan harapan dan menjaga suasana damai di masyarakat. “Dengan kekurangan yang ada, saya mohon maaf. Semoga jalur dialog seperti ini bisa terjadi di segala lapisan masyarakat,” ucapnya.
Acara tersebut dihadiri tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, serta perwakilan ormas. Sejumlah tokoh nasional turut hadir, antara lain GKR Hemas beserta para putri dan menantu, Prof. Mahfud MD, Prof. Edy Suandi Hamid, Prof. Sutaryo, jurnalis Rosiana Silalahi, serta seniman Butet Kartarajasa dan Soimah Pancawati.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!