Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ancaman bagi NATO: Russia Sukses Uji Coba Rudal Nuklir Jangkauan Tak Terbatas - 14.000 Kilometer

📅 Senin, 27 Okt 2025, 16:16 WIB | Oleh:

Uji coba tersebut dilaporkan terjadi pada tanggal 21 Oktober 2025 selama latihan nuklir komprehensif yang melibatkan seluruh triad Rusia termasuk rudal berbasis darat, kapal selam bersenjata nuklir, dan pembom strategis.

Jarak terbangnya yang lebih dari 14.000 kilometer membuktikan ketahanan dan efisiensi reaktor propulsinya.

Putin secara pribadi menyatakan uji coba ini sebagai langkah “menentukan” menuju produksi massal dan penyebaran nasional.

Insinyur Russia mengonfirmasi bahwa sistem propulsi nuklir berfungsi sepanjang durasi penerbangan 15 jam, yang merupakan terobosan besar dalam keandalan.

Russia kini telah memulai pekerjaan adaptasi infrastruktur untuk membangun fasilitas kendali, komando, dan penyimpanan yang disesuaikan dengan persyaratan unik dari desain rudal ini.

Persiapan ini menunjukkan segera diperkenalkannya layanan strategis, yang akan mengubah Burevestnik dari platform eksperimental menjadi ancaman nuklir yang dikerahkan sepenuhnya.

Kremlin bermaksud menyebarkan rudal ini sebagai aset pencegahan sekaligus komponen nyata dalam perangkat diplomasi koersif Rusia di masa depan.

Pengamat militer mengatakan uji coba tersebut mengirimkan pesan bahwa Rusia tidak menyerah pada sanksi Barat, kelelahan medan perang, atau isolasi diplomatik.

Kemampuan rudal ini menyoroti keinginan Rusia untuk mempertahankan dominasi eskalasi dalam setiap konfrontasi NATO dengan menjadikan sistem pertahanan rudal tidak relevan.Produk pertahanan

Perkembangan ini menandai pendefinisian ulang strategi nuklir yang menempatkan aspek jangkauan, kemampuan bertahan, dan ketidakpastian di atas penekanan tradisional pada kecepatan pengiriman.

Burevestnik menantang fondasi fundamental struktur komando nuklir Amerika yang secara historis bergantung pada kemampuan deteksi dini dan kalkulasi respons pre-emptif.

Rudal-rudal ini merusak kebijakan tersebut dengan mengurangi keyakinan deteksi dan meningkatkan ketidakpastian dalam atribusi dan waktu serangan.

Amerika Serikat sekarang perlu mempertimbangkan sistem pertahanan yang lebih kompleks dan berlapis untuk menjaga kepercayaan strategis sekutunya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Seorang Pendaki Gunung Kayu...
Nasional
Terduga Pemerkosa Anak di C...
Daerah
Dua Pengedar Uang Palsu di ...
Ekonomi
Asosiasi: Pasar UMKM Tertek...
Megapolitan
Poris Plawad Penuh Asap Keb...

Pemkot Bandung Tertibkan Pedagang di Depan Pusdai

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Tertibkan Pe...
Kado Spesial HUT Jakarta, Naik MRT, LRT, dan Bus Transjakarta Cuma Rp1

Kado Spesial HUT Jakarta, Naik MRT, LRT, dan Bus Transjakarta Cuma Rp1

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Peluang Melemah Terbuka, 22 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.