Ancaman bagi NATO: Russia Sukses Uji Coba Rudal Nuklir Jangkauan Tak Terbatas - 14.000 Kilometer
📅 Senin, 27 Okt 2025, 16:16 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
MOSKOW — Uji coba terbaru rudal jelajah antarbenua bertenaga nuklir 9M730 Burevestnik baru-baru ini oleh Russia menandai perubahan besar dalam postur pencegahan nuklir global.
Dari Defense Security Asia, Presiden Vladimir Putin mengumumkan bahwa rudal tersebut berhasil terbang selama sekitar 15 jam dan menempuh jarak lebih dari 14.000 kilometer, sehingga mengonfirmasi teori jangkauannya yang tidak terbatas.
"Sebuah penemuan unik yang tidak dimiliki siapa pun di dunia," kata Putin dalam sebuah pengarahan strategis di Moskow.
Pengumuman tersebut melambangkan keinginan Rusia untuk mengubah kalkulasi operasional perang nuklir dan menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan perencana pertahanan Barat.Produk pertahanan
Pencapaian ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang dipicu oleh konflik yang sedang berlangsung di Ukraina serta meningkatnya konfrontasi antara Moskow dan negara-negara anggota NATO.
Sebaiknya Anda baca juga:
Burevestnik, yang dikenal NATO sebagai SSC-X-9 Skyfall, memperkenalkan perubahan paradigma dalam kemampuan serangan strategis dengan desain khusus untuk mengatasi semua bentuk pertahanan rudal yang ada.
Analis militer menganggap senjata ini sebagai tambahan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada doktrin nuklir Russia yang berpotensi mengubah stabilitas krisis dan kerangka pengendalian senjata.
Ketahanan teoretisnya memberinya kemampuan mengerikan untuk melayang di wilayah udara internasional sebagai platform ancaman nuklir yang gigih dan tak terduga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pesan Russia melalui pengumuman ini menekankan keyakinan bahwa lingkungan keamanannya telah memburuk ke tingkat yang memungkinkan tindakan pencegahan luar biasa tersebut.
Kremlin melihat Burevestnik sebagai penyeimbang langsung terhadap sistem pertahanan rudal Barat yang sedang berkembang dan diduga mengancam paritas strategisnya.
Rudal 9M730 Burevestnik beroperasi menggunakan reaktor nuklir propelan kecil yang memanaskan udara yang masuk untuk menghasilkan daya dorong berkelanjutan.
Sumber daya dorong ini menghilangkan keterbatasan bahan bakar konvensional dan menyediakan daya tahan terbang yang berpotensi diukur bukan dalam hitungan jam, tetapi dalam hitungan hari.
Kecepatan subsoniknya digantikan oleh ketinggian terbang yang sangat rendah, dilaporkan serendah 25 meter di atas permukaan bumi.
Strategi terbang rendah dan sulit dideteksi ini meningkatkan kemampuan penetrasinya dan mengurangi kemungkinan terdeteksi oleh radar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!