Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Revolusi Energi Hijau Dimulai! Menko Zulhas Siapkan 7 Wilayah Jadi Pionir Proyek Waste To Energy

📅 Jumat, 24 Okt 2025, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Revolusi Energi Hijau Dimulai! Menko Zulhas Siapkan 7 Wilayah Jadi Pionir Proyek Waste To Energy Doc: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudha
Ket. Ilustrasi - Instalasi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah.

JAKARTA – Program Waste To Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjawab dua tantangan besar sekaligus: krisis sampah dan kebutuhan energi berkelanjutan.

Dengan pendekatan ini, persoalan limbah perkotaan tidak lagi hanya menjadi beban lingkungan, tetapi diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan energi.

Secara analitis, pengembangan PSEL merupakan bentuk nyata dari ekonomi sirkular, di mana limbah diolah kembali menjadi sesuatu yang berguna tanpa meninggalkan residu berbahaya.

Proyek ini juga mendukung target net zero emission, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus memperluas portofolio energi terbarukan nasional.

Namun, tantangannya tidak ringan. Diperlukan kolaborasi lintas sektor—antara pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat—agar proyek ini berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dengan dukungan teknologi modern dan kepastian regulasi, program PSEL berpotensi menjadi solusi cerdas bagi masa depan energi hijau Indonesia sekaligus jawaban atas tumpukan sampah yang selama ini menjadi masalah klasik di banyak kota besar.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan pembangunan program Waste To Energy atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) siap di tujuh wilayah Indonesia.

"Setelah diverifikasi kita putuskan hari ini, nanti Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup akan bersurat, mungkin nanti saya teken untuk ditetapkan sehingga nanti Danantara mengumumkan pelaksanaan pembangunannya atau groundbreaking di tujuh wilayah," ujar Zulhas setelah Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik di Jakarta, Jumat (24/10).

Tujuh wilayah yang dinyatakan siap untuk pembangunan PSEL tersebut antara lain wilayah Provinsi Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya, wilayah Bogor Raya artinya Kota Bogor dan sekitarnya serta Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

Kemudian wilayah berikutnya yakni wilayah Tangerang Raya, wilayah Bekasi Raya, wilayah Medan Raya dan Kota Semarang.

Menurut Zulhas, Indonesia sudah ketinggalan lama terkait PSEL sehingga pemerintahan Presiden Prabowo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 untuk mengatasi permasalahan sampah dengan mengubahnya menjadi energi listrik.

Pembangunan PSEL ini juga dapat menciptakan lapangan kerja serta menjadi sumber energi baru terbarukan menuju transisi energi.

Zulhas berharap jumlah wilayah yang ditetapkan untuk pembangunan PSEL atau Waste To Energy dapat terus bertambah ke depannya.

"Kita sebetulnya ketinggalan 20 tahun, kita biasa bakar sampah. Kalau sampah dibakar begitu saja malah racunnya itu bisa menyebabkan kanker lebih berbahaya. Dan teknologi sudah ada. Perpres Nomor 109 Tahun 2025 diterbitkan untuk mempercepat hal ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Tradisi pembuatan nasi jangkrik di Kudus

13 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan nasi jang...

Tambahan stok beras di Sumut

18 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Tambahan stok beras di Sumut

Ruang publik Alun-alun Kabupaten Bogor

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Ruang publik Alun-alun Kabu...
Ekonomi
Piala Dunia 2026 Dongkrak O...

Lima Kandidat Utama Juara Tunggal Putri Wimbledon 2026

38 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Lima Kandidat Utama Juara T...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.