Perangi Kabut Asap, India Uji Coba Hujan Buatan untuk Pertama Kalinya di New Delhi
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 16:00 WIB | Oleh: Lili LestariSebuah penelitian pada bulan September menemukan bahwa udara beracun bahkan mengubah Benteng Merah (Red Fort) Delhi yang ikonik dari abad ke-17 menjadi hitam.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut terus-menerus rusak oleh kerak hitam, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Heritage oleh tim gabungan peneliti India dan Italia.
Diciptakan pada tahun 1940-an, berbagai negara telah menabur awan selama beberapa dekade untuk meringankan kekeringan, melawan kebakaran hutan, dan bahkan untuk menyebarkan kabut di bandara.
Tiongkok menggunakannya pada tahun 2008 untuk mencoba menghentikan hujan turun di stadion Olimpiade Beijing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, penelitian tentang dampak penyemaian awan di wilayah tetangga beragam, dan beberapa bukti menunjukkan penyemaian awan tidak bekerja dengan baik bahkan di wilayah sasaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!