Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perangi Kabut Asap, India Uji Coba Hujan Buatan untuk Pertama Kalinya di New Delhi

24 Jumat, 24 Okt 2025, 16:00 WIB | Oleh:
Perangi Kabut Asap, India Uji Coba Hujan Buatan untuk Pertama Kalinya di New Delhi Perangi Kabut Asap, India Uji Coba Hujan Buatan untuk Pertama Kalinya di New Delhi Doc: Swarajya
Ket. Polusi udara di New Delhi, India.

NEW DELHI - India untuk pertama kalinya melakukan uji coba penyemaian awan untuk menciptakan hujan buatan di ibu kotanya, New Delhi, yang dipenuhi kabut asap, dengan menyemprotkan bahan kimia dari pesawat terbang untuk mendorong hujan dan membersihkan partikel mematikan dari udara.      

Penyemaian awan adalah praktik menggunakan pesawat terbang untuk menembakkan garam atau bahan kimia lainnya ke awan untuk memicu hujan.

Pemerintah kota New Delhi, bekerja sama dengan Institut Teknologi India Kanpur milik pemerintah, meluncurkan uji coba pada Kamis (23/10) sore menggunakan pesawat ringan Cessna di atas wilayah Burari di utara kota itu.

"Uji coba penerbangan penyemaian telah dilakukan... di mana suar penyemaian awan ditembakkan", kata Menteri Delhi Manjinder Singh Sirsa dalam sebuah pernyataan Kamis malam.

Penerbangan ini merupakan penerbangan pembuktian untuk memeriksa kemampuan penyemaian awan, kesiapan dan ketahanan pesawat, penilaian kemampuan perlengkapan penyemaian awan dan suar, serta koordinasi antar-instansi terkait.

Hal ini terjadi menjelang peluncuran skema yang direncanakan.

Kepala Menteri Delhi Rekha Gupta mengatakan "jika kondisinya tetap baik, Delhi akan mengalami hujan buatan pertamanya pada tanggal 29 Oktober."

Tak langsung diketahui bahan kimia apa yang digunakan dalam pengujian untuk mendorong hujan.

New Delhi dan wilayah metropolitannya yang luas dengan penduduk 30 juta orang secara rutin menduduki peringkat ibu kota paling tercemar di dunia, dengan kabut asap tebal menyelimuti cakrawala setiap musim dingin.

Udara yang lebih dingin memerangkap polutan di dekat tanah, menciptakan campuran emisi yang mematikan dari pembakaran tanaman, pabrik, dan lalu lintas yang padat.

Kadar PM2.5, mikropartikel penyebab kanker yang cukup kecil untuk memasuki aliran darah, terkadang meningkat hingga 60 kali batas kesehatan harian yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Polusi meningkat minggu ini setelah berhari-hari kembang api diluncurkan dalam perayaan Diwali, festival cahaya Hindu, yang meningkatkan kadar PM2.5 hingga lebih dari 56 kali batas.

Hal itu terjadi setelah Mahkamah Agung bulan ini melonggarkan larangan menyeluruh terhadap kembang api untuk mengizinkan penggunaan petasan "hijau" yang kurang menimbulkan polusi, yang dikembangkan untuk mengurangi emisi partikulat.

Saat fajar pada Kamis, kadar PM 2,5 mencapai 154 mikrogram per meter kubik di beberapa wilayah New Delhi, menurut organisasi pemantau IQAir, lebih dari 10 kali batas yang ditetapkan WHO.

Sebuah penelitian pada bulan September menemukan bahwa udara beracun bahkan mengubah Benteng Merah (Red Fort) Delhi yang ikonik dari abad ke-17 menjadi hitam.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut terus-menerus rusak oleh kerak hitam, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Heritage oleh tim gabungan peneliti India dan Italia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage

UNDP Desak Percepatan Investasi Hijau

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
UNDP Desak Percepatan Inves...

Lisa Blackpink Rilis Video Musik “Tarantino”

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Lisa Blackpink Rilis Video ...
Luar Negeri
Tiongkok Tetapkan Status Si...

NASA: El Nino 2026 Mirip Peristiwa 1997

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
NASA: El Nino 2026 Mirip Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.