Kim Jong Un Resmikan Museum Perang di Pyongyang untuk Rayakan Keterlibatan Korea Utara di Russia
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 17:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Politico
JAKARTA – Korea Utara memulai pembangunan Museum Peringatan Prestasi Tempur di Pyongyang sebagai bentuk penghormatan terhadap pasukannya yang terlibat dalam operasi militer di luar negeri. Proyek ini terutama ditujukan untuk mengenang peran pasukan Korea Utara dalam membantu Rusia merebut kembali wilayah Kursk dari Ukraina pada tahun 2024.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara langsung menghadiri upacara peletakan batu pertama museum tersebut. Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), museum itu didedikasikan untuk “para pejuang angkatan bersenjata Republik yang telah melakukan jasa militer gemilang dalam operasi pembebasan wilayah Kursk dari Federasi Rusia yang bersaudara dengan pengorbanan darah dan nyawa mereka.”
Laporan intelijen menyebut Pyongyang secara diam-diam mengerahkan antara 10.000 hingga 12.000 tentaranya ke Rusia pada tahun lalu. Pasukan tersebut membantu Kremlin mendorong mundur tentara Ukraina dari wilayah seluas hampir 1.000 kilometer persegi yang sempat direbut Kyiv setelah serangan mendadak pada 6 Agustus 2024.
Pasukan Ukraina berhasil menguasai wilayah itu selama lebih dari enam bulan sebelum akhirnya dipukul mundur oleh gabungan pasukan Rusia dan Korea Utara pada Maret 2025. Keberhasilan tersebut kemudian dijadikan simbol solidaritas militer antara Moskow dan Pyongyang.
Hubungan kedua negara semakin erat setelah Rusia dan Korea Utara menandatangani perjanjian kemitraan komprehensif pada pertengahan 2024. Awalnya, kedua pihak membantah laporan tentang pengerahan pasukan Korea Utara ke medan perang, namun akhirnya mengakuinya setelah kemenangan besar di Kursk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim sekitar 4.000 tentara Korea Utara tewas atau terluka dalam pertempuran itu. Namun, pejabat Amerika Serikat memperkirakan jumlah korban lebih rendah, yakni sekitar 1.200 orang.
Setelah laporan penarikan pasukan Korea Utara dari garis depan, aktivitas mereka kembali terdeteksi di medan perang. Staf Umum Angkatan Darat Ukraina pada 16 Oktober menyebut pasukan Korea Utara kini mendukung operasi Rusia di wilayah Sumy, yang berbatasan langsung dengan Kursk.
“Dari wilayah Kursk, unit-unit ini melakukan pengintaian menggunakan drone, mengidentifikasi posisi pasukan Ukraina, dan membantu menyesuaikan serangan ke posisi militer kami di Sumy,” kata Staf Umum Angkatan Darat Ukraina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah Korea Utara membangun museum tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat narasi heroisme militer di bawah kepemimpinan Kim Jong Un. Selain menjadi simbol kebanggaan nasional, proyek itu juga menegaskan hubungan strategis Pyongyang dengan Moskow di tengah isolasi internasional yang terus berlanjut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!