Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perlu Perlakuan Khusus dalam Pendistribusian MBG di Pulau-pulau di Wilayah Kepri

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 22:05 WIB | Oleh:
Perlu Perlakuan Khusus dalam Pendistribusian MBG di Pulau-pulau di Wilayah Kepri Doc: Antara
Ket. Kepala BKKBN Wihaji menyerahkan MBG kepada balita di kawasan Hutan Lindung, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (23/10/2025).

Tanjungpinang - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) di pulau-pulau di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memerlukan perlakuan khusus.

Menurut dia ke depan ada rencana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bekerja sama dengan dapur sehat atasi stunting (DASHAT) untuk menyalurkan MB, khusus di pulau-pulau. DASHAT merupakan sebuah program pemberdayaan masyarakat dari Kemendukbangga/BKKBN yang bertujuan menurunkan angka stunting.

"Kenapa harus ditangani secara khusus, karena SPPG kesulitan menjangkau pulau-pulau dipicu kendala jarak dan transportasi yang terbatas, sehingga perlu melibatkan DASHAT," kata Wihaji usai menyerahkan MBG kepada ibu hamil dan balita di kawasan Hutan Lindung, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis.

Selain itu, kata dia, Kemendukbangga/BKKBN juga sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menerapkan SPPG khusus di pulau-pulau yang melayani penerima manfaat MBG kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (non-PAUD).

Menurut Wihaji, Provinsi Kepri dengan letak geografis 96 persen wilayah lautan memiliki tantangan tersendiri dalam menyalurkan MBG, di antaranya rentang jarak yang jauh bisa memicu makanan basi.

Ia menyebut salah satu tugas Kemendukbangga/BKKBN ialah memastikan seluruh penerima manfaat MBG, terutama 3B di pulau-pulau dapat menikmati program yang digagas Prabowo-Gibran tersebut.

Wihaji pun menegaskan kementeriannya fokus mengawal sekaligus memprioritaskan MBG untuk 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) sebagai upaya pemerintah mencegah stunting.

"Seluruh ibu hamil, ibu menyusui, dan balita wajib mendapatkan MBG, dengan catatan sudah ada SPPG di lokasi tempat tinggal mereka," ungkapnya.

Sementara Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan saat ini total sudah ada 89 SPPG yang beroperasi di Kepri dengan mayoritas di kawasan perkotaan.

Pihaknya bersama BGN terus menggesa pembangunan SPPG untuk wilayah pulau, karena terdapat 344 pulau berpenghuni se-Kepri yang harus dibangun SPPG.

"Kita diskusikan bersama BGN termasuk Kemendukbangga, bagaimana terkait pola penanganan SPPG di pulau-pulau. Harapannya ini dapat segera dituntaskan," ucap Ansar.

Gubernur Kepri turut mengapresiasi kunjungan Mendukbangga Wihaji dalam rangka mengawal program strategis Presiden dan Wakil Presiden di wilayah perbatasan tersebut.

Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program MBG agar tak ada satupun objek MBG yang terlewatkan di Kepri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.