Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Persagi: MBG Tumbuhkan Pola Makan Sehat Anak

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 18:58 WIB | Oleh:
Persagi: MBG Tumbuhkan Pola Makan Sehat Anak Doc: Antara/Fransisco Carolio
Ket. Seorang anak sedang membawa menu makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata. Data terbaru dari yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Jayapura menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Menurut data lembaga tersebut angka stunting berhasil ditekan dari 21,3% (2023) menjadi 15,15% pada September 2025. Angka ini menjadi bukti awal bahwa intervensi melalui penyediaan makanan bergizi berdampak langsung terhadap kesehatan anak.

Selain fokus pada gizi, aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian serius. Pemerintah menyatakan telah melakukan langkah-langkah penanganan dan evaluasi kebijakan komprehensif untuk meminimalkan terulangnya insiden terkait keamanan pangan.

Guna mendukung program ini, kualitas para penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus ditingkatkan. Badan Pangan Nasional (BGN) secara konsisten menggelar pelatihan, seperti yang dilakukan baru-baru ini. Di Nusa Tenggara Timur, BGN melatih 2.705 penjamah makanan dari 75 SPPG di Kota Kupang dan Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Ketua Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Ir. Doddy Izwardy, B.Sc., M.A., Ph.D., dalam wawancaranya, menyoroti beberapa hal kunci yang membuat MBG memiliki standar yang baik. Sebelum MBG terlaksana, para pakar di Persagi itu menyampaikan hal-hal penting dalam pelaksanaan MBG.

“Selain itu, adanya ahli gizi yang ikut terlibat di SPPG. Mereka pasti mengetahui komposisi dari perencanaan menu MBG. Untuk diketahui anggota kita di seluruh Indonesia ada 53 ribu lebih di 35 DPD juga di 500 Kabupaten Kota, dan kita sudah melakukan komunikasi bersama anggota,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada hari Kamis (6/11).

Menu dalam MBG menurut Persagi telah disesuaikan dengan angka takaran gizi yang nilainya sesuai tingkatan usia. Pedoman tersebut juga menyesuaikan dengan Permenkes tentang angka kecukupan gizi harian.

“Harus memenuhi unsur karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Selain itu proses quality control juga ketat, mulai pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, pengemasan, sampai pengiriman ke sekolah. Contoh, kita masak oseng-oseng tauge, kita lihat teksturnya. Kalau lembek, kita harus curiga, kalau sampai ke sekolah pasti basi, tidak kita biarkan sampai ke meja anak-anak yang seperti itu,” ujarnya.

Lebih dari itu, manfaat MBG melampaui sekadar mengenyangkan semata. Doddy mengamati perilaku konsumsi makanan sehat anak-anak sekolah di Indonesia mulai tumbuh sejak program ini mulai  berjalan.

“Mereka sekarang dapat referensi makanan sehat yang mungkin belum ditemui di rumah. Anak yang awalnya tidak suka sayur jadi termotivasi karena melihat temannya makan sayur. Sama seperti di Posyandu, anak jadi lahap makan karena ada temannya. Itu kunci peningkatan pola makan sehat,” kata Doddy.

Dengan kombinasi antara data empiris, penguatan SDM, dan pengawasan ahli, Program MBG tidak hanya menjawab persoalan gizi jangka pendek, tetapi juga investasi untuk mencetak generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
Harus Dipersiapkan Sejak Di...
Daerah
Sumsel United Siap Menghada...
Luar Negeri
Trump Minta Eropa Lepaskan ...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.