Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perempuan Papua Promosikan Wisata Alam Daerah 3T Lewat Medsos

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 14:30 WIB | Oleh:
Perempuan Papua Promosikan Wisata Alam Daerah 3T Lewat Medsos Doc: antara foto
Ket. Perempuan asli Papua mulai mempromosikan wisata alam daerah 3T melalui media sosial.

BIAK - Perempuan orang asli Papua (OAP) di berbagai kampung mulai memainkan peran menjadi kreatorkonten digital, dengan mengangkat potensi wisata alam daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) melalui media sosial (medsos).

Dalam dua tahun terakhir, perempuan OAP telah menjadi kekuatan utama di balik tren baru konten digital di berbagai kanal media sosial.

Para kreator perempuan orang asli Papua membawa warna baru, narasi yang lebih inklusif, dan pendekatan yang autentik dalam menyampaikan pesan melalui platform media sosial.

Dari hutan, hingga layar digital, perempuan Papua, kini turut bersuara dan berkarya melalui konten kreatif yang mencerminkan gender, budaya, identitas, dan semangat perubahan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, semakin banyak perempuan Papua yang mengambil peran menjadi kreator konten.

Salah satu yang mulai menarik perhatian adalah keterlibatan perempuan muda asli Papua yang berasal dari 19 kampung di Kabupaten Supiori, Provinsi Papua. Mereka,dengan semangat dan kreativitasnya, membagikan cerita mengenai sosial budaya dan kehidupan keseharian ke dunia digital.

Dulu, akses terhadap teknologi dan media digital di Papua tergolong terbatas, apalagi bagi perempuan asli Papua. Kini, dengan semakin terbukanya akses internet dan edukasi digital, perempuan Papua mulai tampil sebagai suara baru yang membawa narasi berbeda dari wilayah timur Indonesia yang autentik, berani, dan membumi.

Konten yang mereka ciptakan pun beragam, mulai dari tutorial membuat kerajinan tangan khas Papua, keindahan wisata alam, tarian tradisional, vlog keseharian di kampung, hingga edukasi lingkungan tentang keberagaman budaya lokal.

Dalam setiap unggahan, mereka tidak hanya menghibur, tapi juga mengangkat potensi daerah, identitas diri dan kebanggaan sebagai perempuan asli orang Papua.

Kehadiran perempuan di platform digital membawa angin segar. Mereka menjadi representasi bahwa perempuan Papua bukan hanya objek narasi, tapi juga subjek yang aktif membentuk jati dirinya.

Lebih dari itu, perempuan Papua membuka jalan bagi generasi muda lainnya untuk percaya diri bersuara dan berkarya.

Keinginan kuat menjadi kreator konten telah dimiliki oleh perempuan asli orang Papua, seperti Anita Pombos (19), asal Kampung Syurdori, Distrik Supiori Timur.

Awal belajar konten digital terasa sulit bagi Anita karena pengetahuan mengenai operasi sistem konten digital tidak pernah didapat di kampung wisata Syurdori, Distrik Supiori Timur.

Kesempatan menjadi konten konten bagi Anita mulai terbuka ketika negara hadir melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Supiori yang pada 1-3 Oktober 2025 menyelenggarakan pelatihan konten digital untuk mempromosikan pariwisata bagi perempuan asli orang Papua yang berasal dari 19 kampung wisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Posko Siaga PLN Istana Waki...
Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.