Korea Utara Luncurkan Sejumlah Misil Balistik
📅 Kamis, 23 Okt 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Jung Yeon-je
SEOUL – Korea Utara (Korut) pada Rabu (22/10) menembakkan sejumlah misil balistik. Peluncuran ini merupakan yang pertama dalam beberapa bulan, hanya sepekan sebelum para pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, tiba di Korea Selatan (Korsel) untuk menghadiri pertemuan puncak.
Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel mengatakan pihaknya telah mendeteksi beberapa proyektil, yang diyakini sebagai misil balistik jarak pendek.
“Misil tersebut ditembakkan sekitar pukul 08.10 pagi hari Rabu (23.10 GMT Selasa) dari daerah selatan Ibu Kota Pyongyang,” kata militer Korsel. “Misil-misil itu terbang sejauh sekitar 350 kilometer,” imbuh mereka.
Peluncuran ini adalah yang pertama sejak Presiden Korsel, Lee Jae-myung, menjabat pada bulan Juni lalu.
Trump mengatakan ia berharap dapat bertemu dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un, kemungkinan tahun ini, setelah beberapa pertemuan selama masa jabatan pertama sebagai presiden AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Media pemerintah Korut telah mengindikasikan bahwa Kim Jong-un terbuka untuk perundingan di masa mendatang, dengan syarat AS harus menghentikan tuntutan delusinya agar Pyongyang melepaskan persenjataan nuklirnya.
"Jika AS membuang obsesi delusifnya terhadap denuklirisasi dan sungguh-sungguh menginginkan koeksistensi damai dengan kami, maka tidak ada alasan kami tidak dapat mencapainya," demikian yang dikutip media pemerintah.
Korut bulan ini memamerkan apa yang disebutnya misil balistik antarbenua terkuat pada parade militer yang dihadiri oleh pejabat tinggi dari Russia dan Tiongkok. Pyongyang telah mengatakan bahwa jangkauan serangan misil Hwasong-20 terbaru tidak mengenal batas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada September lalu, Kim Jong-un meninjau uji coba mesin bahan bakar padat yang digunakan untuk misil nuklir jarak jauh. Media pemerintah mengatakan ini adalah uji coba mesin yang kesembilan dan terakhir, yang mengindikasikan bahwa uji tembak penuh ICBM baru dapat dilakukan dalam beberapa bulan mendatang.
Tanggapan bagi Trump
Menurut Park Won-gon, seorang profesor di Universitas Wanita Ewha di Seoul, peluncuran misil Korut tersebut merupakan tanggapan terhadap Trump dan langkah-langkahnya baru-baru ini.
“Kim Jong-un sepertinya ingin menegaskan kehadiran rezimnya selama acara KTT yang diselenggarakan oleh Seoul, seperti yang telah dilakukannya sebelumnya," imbuh dia.
Trump diperkirakan tiba di Korsel pada tanggal 29 Oktober untuk menghadiri Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).
Korut telah bertahun-tahun melakukan uji terbang misil jarak jauh yang diklaimnya mampu mencapai daratan AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!