Filosofi Air dari Sungai Jiwata Jadi Penerang Ekonomi Kampung
📅 Selasa, 21 Okt 2025, 19:41 WIB | Oleh: OpikSetelah hampir satu dekade berjalan, PLTMH Jiwata mulai menunjukkan usianya. Kebutuhan listrik warga yang terus meningkat membuat turbin berdaya 100 kilovolt ampere (kVA) itu seringkali mengalami kelebihan beban.
Di sisi lain, sebuah kabar yang dulu hanya angan-angan, kini mulai terdengar nyata: PLN akan segera masuk desa.
Penegasan datang langsung dari Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman. Akhir tahun ini ada 13 desa lagi yang akan disalurkan listrik, termasuk Desa Tepian Terap.
"Desa yang selama puluhan tahun berjuang sendiri kini masuk dalam daftar prioritas," ucap Ardiansyah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kerja sama antara pemerintah daerah dan PT PLN Wilayah Kalimantan Timur akhirnya membuahkan hasil. Team Leader Perencanaan Listrik Perdesaan PT PLN Wilayah Kaltim, Agus Rudianto, mengonfirmasi bahwa dari 141 desa di Kutim, masih ada 26 desa yang belum teraliri listrik negara, dan Tepian Terap adalah salah satunya yang segera dijangkau.
"Iya, salah satu yang kami terima siap untuk dialiri listrik Desa Tepian Terap. Tinggal menunggu titik-titik pembebasan lahan pemasangan tiang listrik di wilayah sana," kata Rudianto.
Harapan itu disambut dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, kehadiran PLN dengan daya listrik yang jauh lebih besar dan stabil adalah sebuah kemajuan yang tak bisa ditolak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ini membuka peluang ekonomi yang lebih besar lagi. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran tentang nasib PLTMH yang telah menjadi simbol kemandirian dan kebanggaan desa.
Anwar, Direktur BUMDes setempat menegaskan bahwa detak jantung desa tak akan berhenti begitu saja.
"Kalau ada PLN masuk, kami ini (PLTMH) tetap berlanjut. Saya pikir tetap ada masyarakat yang butuh listrik dengan harga yang lebih murah," tutur Anwar.
Logikanya masuk akal. PLTMH bisa menjadi sumber listrik sekunder atau alternatif yang lebih ekonomis bagi warga yang kebutuhannya tidak terlalu besar.
BUMDes Jiwata Energi kini harus memutar otak, mencari cara agar turbin di tepi Sungai Jiwata tidak terbengkalai dan tetap relevan. Mungkin ia bisa menjadi pemasok listrik untuk fasilitas umum, atau menjadi pilihan bagi warga yang ingin menekan biaya bulanan.
Ceritera Desa Tepian Terap adalah potret perjuangan komunitas pedalaman di Indonesia. Mereka tak menunggu bantuan luar datang untuk mengubah nasib.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!