Filosofi Air dari Sungai Jiwata Jadi Penerang Ekonomi Kampung
📅 Selasa, 21 Okt 2025, 19:41 WIB | Oleh: OpikHarapan sempat membuncah saat lampu-lampu pertama kali menyala. Namun, euforia itu tak berlangsung lama.
Sungai Jiwata, sumber kehidupan itu, ternyata juga punya daya rusak yang dahsyat. Saat musim hujan tiba dan volume air melonjak, arus yang terlalu deras justru menghancurkan kincir air yang menjadi tumpuan harapan. Desa kembali gelap. Listrik pun pernah padam selama setahun penuh.
"Setelah satu tahun kincir air penggerak generator listrik rusak, kami tidak menyerah," kenang Eko Sutrisno, Kepala Desa Tepian Terap kepada Antara.
Kegagalan itu menjadi pelajaran. Mereka sadar, untuk menaklukkan energi sungai, dibutuhkan teknologi yang lebih tangguh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 2015, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang baru dibentuk, mereka mengambil langkah lebih berani. Sebagian dana desa dialokasikan untuk membeli sebuah turbin PLTMH yang lebih modern dan tahan banting.
"Inilah titik balik sesungguhnya. Sejak turbin itu dipasang, detak jantung desa mulai berdenyut stabil," tutur Eko.
Di bawah manajemen BUMDes Jiwata Energi Tepian Terap, sistem kelistrikan mandiri ini dikelola secara profesional. Kabel sepanjang tiga kilometer ditarik dari rumah turbin, melintasi kebun dan jalanan desa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiang-tiang kayu sederhana, ditancapkan oleh warga sendiri, menjadi penyangga kabel yang mengalirkan listrik ke lebih dari 200 rumah.
"Untuk meteran listrik (APP), kami sediakan secara gratis kepada masyarakat yang ingin memasang. Warga tinggal bayar iuran bulanan saja," jelas Anwar, Direktur BUMDes Jiwata Energi Tepian Terap.
Model bisnisnya sederhana tapi efektif. Warga membayar iuran bulanan antara 100 ribu rupiah hingga 400 ribu rupiah, tergantung besaran ampere yang digunakan.
Angka itu, menurut Anwar, jauh lebih terjangkau dibandingkan jika mereka harus bergantung pada mesin genset pribadi yang boros bahan bakar minyak. Dari iuran tersebut, BUMDes mampu membiayai operasional, termasuk menggaji teknisi sebesar 5 juta rupiah per bulan untuk menjaga dan merawat mesin turbin.
Hasilnya melampaui sekadar penerangan. Listrik yang stabil selama 24 jam menjadi katalisator ekonomi.
Berdaya dalam keterbatasan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!