Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Maluku Utara Alami Cuaca Ekstrem dalam Sepekan ke Depan

📅 Senin, 20 Okt 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Maluku Utara Alami Cuaca Ekstrem dalam Sepekan ke Depan Doc: ist
Ket. ramalan cuaca

TERNATE – Selama sepekan ke depan wilayah Maluku Utara berpotensi dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat terjadi secara fluktuatif pagi, siang, malam hingga dini hari. Maka, Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Maluku Utara. Ini akan terjadi pada periode 20 hingga 26 Oktober.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Babullah, Sakimin di Ternate, Senin, menjelaskan, hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya daerah tekanan rendah di sekitar wilayah Sulawesi yang berdampak pada perubahan pola angin di sekitar Malut. "Kondisi ini membentuk belokan dan perlambatan massa udara yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan di sebagian besar wilayah Maluku Utara," katanya. Secara umum, BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Malut selama periode tersebut akan berawan dengan potensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.

Sehingga, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak turunan fenomena hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, hingga gelombang tinggi dan angin kencang di beberapa wilayah pesisir.

Berdasarkan data BMKG, rincian prakiraan cuaca di wilayah Maluku Utara selama periode 20–26 Oktober 2025 diantaranya pada 20–21 Oktober 2025 hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, dan Kabupaten Pulau Taliabu.

Untuk 22–23 Oktober 2025 potensi hujan sedang hingga lebat masih berlanjut di wilayah Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, dan Pulau Taliabu, sementara pada 24–26 Oktober 2025 potensi hujan lebat semakin meluas hingga mencakup wilayah Kepulauan Sula.

Sakimin menegaskan, peningkatan curah hujan tersebut perlu diantisipasi oleh seluruh pihak, terutama instansi teknis di daerah. “Kami mengimbau agar pemerintah daerah bersama instansi terkait seperti BPBD, Balai Wilayah Sungai, dan Dirlantas Polda Maluku Utara meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi,” katanya.

BMKG meminta agar pemerintah daerah memastikan infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air dalam kondisi siap menghadapi peningkatan curah hujan. Selain itu, petugas di lapangan juga diingatkan untuk mengantisipasi pohon tumbang dan mengatur arus lalu lintas di kawasan rawan banjir dan longsor.

Khusus kepada masyarakat, Sakimin mengimbau agar selalu mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing serta memahami langkah-langkah mitigasi dasar. “Jangan membuang sampah sembarangan, jaga kebersihan drainase, dan hindari aktivitas di area rawan longsor atau sungai saat hujan deras,” pesannya.

Ia juga menambahkan pentingnya masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang tersedia, baik media sosial resmi, aplikasi Info BMKG, maupun layanan cuaca lokal di Malut.

Aceh Hujan Berkepanjangan

Sementara itu,masyarakat Aceh diminta mewaspadai bencana hidrometeorologi karena hujan terus-menerus berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah Aceh sejak pekan lalu hingga dua hari ke depan. "Waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan lainnya akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terus-menerus maupun dengan durasi lama," kata Prakirawan BMKG Aceh, Amat Komi, di Banda Aceh, Senin.

Sebagai informasi, sejumlah wilayah di Aceh terus dilanda hujan ringan hingga lebat sejak 15 Oktober 2025, dan berdasarkan prakiraan BMKG kondisi ini terus berlangsung hingga 22 Oktober 2025 di beberapa daerah. Karena itu, BMKG mengingatkan jika melihat awan tebal hitam dan hujan mulai rintik-rintik di daerah pegunungan, maka masyarakat disarankan untuk meninggalkan daerah lerengan serta wilayah aliran sungai.

Dia menyebutkan, khusus hari ini wilayah yang berpotensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di Aceh yakni Kabupaten Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Simeulue, Kota Banda Aceh, dan Sabang.

Kemudian, Selasa (21/10) hujan diprediksi melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Kota Langsa. "Selanjutnya, pada Rabu (22/10), wilayah di Aceh berpotensi hujan yaitu di Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, dan Pidie Jaya," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

41 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.