Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kelestarian Ekosistem Alam Menjadi Prioritas Kaltim dalam Mengembangkan Perkebunan

📅 Senin, 20 Okt 2025, 14:00 WIB | Oleh:
Kelestarian Ekosistem Alam Menjadi Prioritas Kaltim dalam Mengembangkan Perkebunan Doc: ist
Ket. ekosistem hutan

SAMARINDA – Kelestarian ekosistem alam selalu dikedepankan dalam mengembangkan perkebunan di Kalimantan Timur (Kaltim).Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen menjaga ekosistem tetap lestari dalam pengembangan perkebunan.


Salah satu cara yang ditempuh adalah mempertahankan area dengan nilai konservasi tinggi (ANKT) agar tetap terlindungi. Saat ini Kaltim memiliki 270.486 hektare (ha) ANKT dengan lokasi tersebar di tujuh kabupaten, yakni ada yang masuk kawasan perkebunan dan di luar kawasan perkebunan.

Kabid Perkebunan Berkelanjutan Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim Asmirilda di Samarinda, Senin, mengatakan pembangunan perkebunan di daerah itu diharuskan memenuhi prinsip-prinsip berkelanjutan dalam menjalankan peran strategis dalam pembangunan ekonomi, ekologi, dan sosial.

Ia menjelaskan pekebun dan perusahaan perkebunan berupaya meningkatkan produktivitas. Hal penting yang harus dilakukan, yakni tidak mengorbankan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Hal itu berarti pembangunan perkebunan di Kaltim turut merespons tuntutan nasional dan global, yakni mendukung upaya menurunkan emisi gas rumah kaca dalam setiap tahapan kegiatan perkebunan.

Pihaknya terus mengingatkan pekebun dan perusahaan terkait ini, termasuk pada pekan lalu melakukan pertemuan tentang peta indikatif ANKT di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, karena di daerah ini terdapat 36.216,96 ha ANKT. Pertemuan tersebut, untuk melakukan evaluasi, menghimpun informasi terkini, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan perkebunan di Kaltim harus memperhatikan keseimbangan antara peningkatan produksi dan kelestarian lingkungan.

Ia mengatakan arah pembangunan perkebunan di Kaltim telah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan. "Perda ini menegaskan prinsip keselarasan antara aspek produksi, ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup," ujarnya.  

Ia menjelaskan prinsip ini menjadi pedoman agar sektor perkebunan tidak hanya berorientasi pada hasil ekonomi, akan tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Di samping, ujar dia, untuk memberikan manfaat inklusif bagi masyarakat lokal.

Ia menyebut landasan hukum pengelolaan ANKT juga diperkuat dengan Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 12 Tahun 2021 tentang Kriteria Area dengan Nilai Konservasi Tinggi, serta Pergub Nomor 43 Tahun 2021 tentang Pengelolaan ANKT di Area Perkebunan.

Pameran Produk Unggulan

Sementara itu,  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menggelar pameran produk unggulan daerah, yakni Kaltim Exhibition 2025 dengan tema "Wastra Kaltim untuk Generasi Emas", di anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

"Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan wastra dan produk unggulan khas Kalimantan Timur ke tingkat nasional. Wastra Kaltim tidak hanya indah dari segi estetika, tetapi juga memiliki nilai budaya dan filosofi yang dalam. Kita ingin agar generasi muda mencintai, melestarikan, sekaligus mengembangkan wastra daerah sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bangsa," ujar Wakil Ketua Dekranasda Kaltim Wahyu Hernaningsih Seno Aji, dalam keterangan di Samarinda, Sabtu.

Wahyu Seno memberikan apresiasi kepada Badan Penghubung Kaltim yang telah menghadirkan ruang promosi kreatif bagi para pelaku usaha dan perajin di daerah. Lebih lanjut, Wahyu Seno berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga produk-produk unggulan Kaltim mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

"Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi berlanjut menjadi gerakan bersama, Gerakan Cinta Wastra Kaltim. Mari jadikan kain tenun, batik, dan songket lokal sebagai kebanggaan menggunakan produk dalam negeri," katanya pula. Kaltim Exhibition 2025 berlangsung selama dua hari, 18-19 Oktober 2025 bertempat di Anjungan Kaltim, TMII, Jakarta.

Pameran menampilkan berbagai produk wastra khas Kaltim, seperti tenun Ulap Doyo dari Kutai Barat, batik motif khas Samarinda serta kerajinan anyaman dari Kutai Kartanegara. Selain itu, turut dipamerkan pula produk olahan pangan lokal, aksesoris, dan kerajinan tangan hasil karya pelaku UMKM dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

57 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.