IHSG Hari Ini Menguat di Tengah Ketegangan Pasar Tunggu Keputusan BI
📅 Senin, 20 Okt 2025, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan dengan catatan positif, menunjukkan optimisme pelaku pasar di tengah fase penuh kewaspadaan.
Kenaikan ini mencerminkan sikap wait and see investor yang masih mencermati arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) menjelang keputusan rapat dewan gubernur.
Meski tekanan eksternal dari pasar global belum sepenuhnya reda, pelaku pasar tampak mulai melakukan akumulasi terbatas pada saham-saham berfundamental kuat, terutama di sektor perbankan dan komoditas.
Penguatan IHSG ini juga menandakan bahwa sebagian investor menilai ruang kenaikan suku bunga BI semakin sempit, seiring stabilnya inflasi dan menguatnya rupiah dalam beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, euforia masih dibatasi oleh ketidakpastian arah kebijakan moneter. Investor cenderung berhati-hati karena keputusan BI akan menjadi penentu sentimen jangka pendek pasar saham ke depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika BI memberi sinyal dovish, potensi aliran dana asing bisa kembali deras masuk, mendorong IHSG untuk melanjutkan tren positifnya. Sebaliknya, jika BI masih mempertahankan sikap hawkish, reli indeks berpotensi tertahan sementara.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/10) sore, ditutup menguat 173,32 poin atau 2,19 persen ke posisi 8.088,98 di tengah pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 23,97 poin atau 3,10 persen ke posisi 796,31.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pasar menilai BI terus mencermati ruang penurunan BI-Rate lebih lanjut dengan mempertimbangkan stabilitas nilai tukar Rupiah, prospek inflasi, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin (20/10).
Nico mengatakan keputusan terkait BI-Rate tentunya akan fokus terhadap kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21-22 Oktober 2025, tentunya akan dinantikan oleh pelaku pasar untuk mengetahui terkait kebijakan moneter BI sehubungan dengan suku bunga acuannya.
Dari mancanegara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa wacana tarif 100 persen untuk produk impor dari Tiongkok tidak akan diterapkan. Trump juga mengonfirmasi akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam dua pekan ke depan di Korea Selatan.
Selain itu, Trump mengatakan bahwa logam tanah jarang (rare earths), fentanyl, dan kedelai merupakan prioritas utama AS dalam pembicaraan dengan Tiongkok.
Dari kawasan Asia, harapan meningkat bahwa Tiongkok akan meluncurkan stimulus baru untuk mendukung perekonomian, menyusul pertumbuhan PDB kuartal III 2025 sebesar 4,8 persen (yoy) atau laju terlambat dalam satu tahun akibat ketegangan dagang dan pelemahan berkepanjangan di sektor properti yang menekan permintaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!