Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ribuan Warga AS Turun ke Jalan dalam Aksi Demo 'No Kings', Menuding Pemerintahan Trump Otoriter

📅 Minggu, 19 Okt 2025, 08:50 WIB | Oleh:

Para pengunjuk rasa menanggapi klaim itu dengan ejekan.

"Lihatlah sekeliling! Jika ini kebencian, maka seseorang harus kembali ke sekolah dasar," kata Paolo, 63 tahun, saat kerumunan bersorak dan bernyanyi di sekelilingnya di Washington.

Sementara yang lain mengisyaratkan polarisasi mendalam yang memecah belah politik Amerika.

"Begini, apa yang dikatakan kaum sayap kanan: Saya tidak peduli. Mereka membenci kami," kata Tony, seorang insinyur perangkat lunak berusia 34 tahun.

Negara yang Setara

Di luar Amerika Serikat, gerakan "No Kings" juga digelar di Kanada, dan protes kecil juga terjadi di Malaga, Spanyol dan Malmo, Swedia. 

Deirdre Schifeling dari American Civil Liberties Union mengatakan para pengunjuk rasa ingin menyampaikan bahwa "kita adalah negara yang setara."

"Kita adalah negara hukum yang berlaku untuk semua orang, negara yang menjunjung tinggi proses hukum dan demokrasi. Kita tidak akan dibungkam," ujarnya kepada para wartawan.

Leah Greenberg, salah satu pendiri Indivisible Project, mengecam upaya pemerintahan Trump untuk mengirim pasukan Garda Nasional ke kota-kota AS yang dipimpin Demokrat termasuk Los Angeles, Washington, Chicago, Portland, dan Memphis. 

"Itu adalah buku pedoman otoriter klasik: mengancam, memfitnah, dan berbohong, menakut-nakuti orang agar tunduk," kata Greenberg.

Paulo, dalam protes di Washington, mengatakan momen saat ini mengingatkannya pada masa kecilnya di bawah kediktatoran militer di Brasil.

"Saya merasakan sensasi deja vu yang luar biasa terkait langkah-langkah yang diambil dalam hal penegakan hukum, terkait kultus pribadi," ujarnya.

Berbicara kepada khalayak di luar Gedung Capitol AS, Senator progresif Bernie Sanders memperingatkan bahaya yang dihadapi demokrasi di bawah Trump.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.