Jonatan Christie Tumbangkan Shi Yu Qi, Rebut Gelar Denmark Open 2025
📅 Minggu, 19 Okt 2025, 23:23 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: PBSI
JAKARTA - Jonatan Christie tampil heroik di Jyske Bank Arena, Odense, Minggu (19/10) malam waktu Indonesia. Pebulutangkis tunggal putra Indonesia itu menundukkan rival lamanya asal Tiongkok, Shi Yu Qi, dalam pertarungan tiga gim dramatis untuk merebut gelar juara Denmark Open 2025.
Final ini menjadi pertemuan ke-17 antara Jonatan dan Shi Yu Qi, dua pemain dengan rivalitas panjang di level elite bulu tangkis dunia. Dari 16 laga sebelumnya, Jonatan unggul tipis dengan sembilan kemenangan, dan sukses memperpanjang keunggulannya setelah mengatasi tekanan di partai puncak.
Pada gim pertama, Jonatan sempat kesulitan menemukan ritme permainan. Sejumlah kesalahan sendiri berupa pengembalian melebar dan pukulan yang tersangkut di net membuatnya tertinggal sejak awal. Meski sempat membalikkan keadaan menjadi 10-9, konsistensi Jonatan menurun dan ia akhirnya menyerah 13-21.
Namun, semangat juang Jonatan kembali menyala di gim kedua. Ia tampil dominan sejak awal dan langsung unggul 5-0. Shi Yu Qi, yang merupakan juara Denmark Open edisi 2022, berusaha bangkit, tapi Jonatan tetap mampu mengendalikan jalannya laga. Interval gim kedua ditutup dengan skor 11-6 untuk Jonatan, yang kemudian menuntaskan gim ini dengan kemenangan 21-15.
Gim penentuan menjadi panggung pembuktian bagi Jonatan. Dengan permainan agresif dan pertahanan rapat, ia kembali unggul 5-0 dan menjaga jarak 9-4 sebelum Shi Yu Qi berusaha mengejar. Jonatan tetap tenang di bawah tekanan, memimpin 11-8 saat interval, dan terus menekan hingga unggul 18-12.
Sebaiknya Anda baca juga:
Shi Yu Qi sempat memperkecil jarak, namun Jonatan tak terburu-buru. Dengan penempatan kok yang matang dan ketenangan luar biasa, ia mencapai championship point di angka 20-15. Kesalahan Shi Yu Qi dalam mengembalikan servis memastikan kemenangan Jonatan 13-21, 21-15, 21-15, sekaligus gelar Denmark Open pertama dalam kariernya.
“Ini kemenangan yang sangat berharga. Saya mencoba tetap tenang dan tidak kehilangan fokus. Kuncinya adalah disiplin dan menjaga pola permainan,” ujar Jonatan selepas pertandingan.
Kemenangan ini menambah catatan manis Jonatan atas Shi Yu Qi menjadi 10-7 dalam rekor pertemuan mereka, sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu tunggal putra papan atas dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, dari sektor ganda putra, pasangan Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus puas finis sebagai runner-up. Dalam partai final yang juga berlangsung di Jyske Bank Arena, mereka kalah tipis dari wakil Tiongkok, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dengan skor 18-21, 21-15, 19-21.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Kedua pasangan saling kejar poin hingga interval gim pertama yang ditutup Hoki/Kobayashi dengan keunggulan tipis 11-10. Setelah sempat imbang 16-16, pasangan Jepang akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan 21-18.
Di gim kedua, Fajar/Fikri bangkit meski tertinggal 4-8 dan 10-11 di interval. Mereka tampil lebih solid selepas jeda dan berhasil menuntaskan gim kedua 21-15 untuk memaksa laga berlanjut ke rubber game.
Namun, pada gim penentuan, Fajar/Fikri yang sempat unggul 6-2 dan 11-9 gagal mempertahankan momentum. Pertarungan kembali berjalan sengit hingga kedudukan 14-14, sebelum Hoki/Kobayashi mengakhiri laga dengan skor tipis 21-19.
Meski gagal meraih gelar, performa Fajar/Fikri tetap menunjukkan daya saing tinggi dan menjadi modal penting untuk menghadapi turnamen selanjutnya di tur Eropa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!