Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peran Penting Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Nasional

📅 Jumat, 17 Okt 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Saya melihat peluang industri kreator konten yang begitu besar dan kaum perempuan khususnya ibu rumah tangga dapat turut berkontribusi dalam perekonomian tanpa harus meninggalkan tanggung jawab rumah tangga.

Mengenai peran digitalisasi pada sektor ekonomi kreatif?

Saya mendorong digitalisasi ekonomi kreatif agar bisa memberi dampak positif bagi promosi budaya sekaligus mengembangkan potensi ekraf, apalagi potensi digitalisasi pada sektor ekonomi kreatif juga bisa kita lihat dari makin banyak digital konten kreator yang mempromosikan dan turut mensosialisasikan kebudayaan lokal.

Oleh karenanya perlu tata kelola dan aset ekonomi kreatif khususnya kebudayaan. Hal tersebut dirasa penting karena pelestarian tradisi yang memiliki nilai ekonomi akan melahirkan identitas kebudayaan dengan keunikan tersendiri sebagai produk kreatif di pasar global.

Langkah Kemenkraf untuk mengoptimalisasi industri ekraf?

Pengembangan industri ekonomi kreatif membutuhkan pendekatan yang terstruktur dan bersinergi. Kerja sama antara pemerintah dan kreator konten merupakan kunci untuk mengoptimalkan potensi industri ini.

Pengembangan industri ekonomi kreatif juga memerlukan pendekatan yang strategis dan kolaboratif. Oleh karenanya penting sinergi antara pemerintah dan kreator konten untuk mengoptimalkan potensi industri kreatif di Indonesia.

Selain itu ada urgensi perlindungan hak cipta dan penanganan pembajakan konten.​​​​​​​ Saya ingin para kreator konten membentuk asosiasi yang memperkuat kolaborasi dengan pemerintah. Mari kita bergandengan tangan untuk menyelesaikan masalah penggunaan konten tanpa izin dan memperkuat perizinan hak cipta.

Mengenai peluang sektor kuliner untuk mendongkrak industri ekraf?

Ekonomi kreatif ini juga sebagai alat untuk diplomasi atau gastro-diplomasi dalam hal ini kuliner. Kami melihat peluang yang besar, sinergi HIPMI, para pengusaha kuliner, kemudian dari badan halal, kemudian ekonomi kreatif, nanti juga mungkin dengan UMKM, kementerian pariwisata dan sebagainya, kita bisa sama-sama membangkitkan, menyumbangkan pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen, terutama dari ekonomi kreatif.

Saya memiliki keyakinan penuh bahwa para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di kancah internasional. Jadi mari sama-sama dari berbagai macam potensi yang ada, dari subsektor ekonomi kreatif, 17 subsektor memang tidak mungkin semua secara serentak kita dorong sekaligus, bergantian. Salah satu yang menjadi prioritas untuk 5 tahun ke depan adalah kuliner.

20251016202517_Capture.JPG

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.