RDF atau PLTSa: Mana yang Lebih Efisien untuk Atasi Sampah Jakarta?
📅 Kamis, 16 Okt 2025, 14:00 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohPakar energi terbarukan dari ITB, Bambang Sutrisno, menilai bahwa efisiensi terbaik bukan hanya dari sisi teknologi, tapi dari keterpaduan sistemnya.
“Kalau semua rantai, mulai dari pemilahan, logistik, dan pemrosesan berjalan baik, RDF dan PLTSa bisa sama-sama efisien dan saling menopang,” tuturnya.
Dengan volume sampah yang mencapai 8.000 ton per hari, Jakarta memang membutuhkan solusi yang cepat sekaligus berkelanjutan. RDF terbukti bisa bekerja lebih cepat di lapangan, sedangkan PLTSa masih menjadi investasi jangka panjang untuk masa depan energi bersih ibu kota.
Bagi sebagian warga, pilihan teknologi apa pun yang diambil Pemprov DKI bukan soal persaingan, melainkan soal hasil. Selama sampah tidak lagi menumpuk di Bantargebang dan udara Jakarta tetap bersih, mereka berharap proyek-proyek ini segera diwujudkan tanpa banyak debat politik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!