Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polusi Makin Parah, Penduduk New Delhi India Melarikan Diri dari Udara Beracun

📅 Kamis, 16 Okt 2025, 14:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polusi Makin Parah, Penduduk New Delhi India Melarikan Diri dari Udara Beracun Doc: Hindustan Times
Ket. Foto polusi udara pada bulan Oktober 2024. Kualitas udara New Delhi India terus memburuk.

NEW DELHI - Tingkat polusi di ibu kota India, New Delhi, membuat Natasha Uppal dan suaminya memutuskan apakah akan membesarkan anak mereka jauh dari kota, atau tetap tinggal dan tidak memiliki anak.

New Delhi dan wilayah metropolitan sekitarnya, yang merupakan rumah bagi lebih dari 30 juta orang, secara konsisten menduduki peringkat teratas dunia untuk kota dengan polusi udara terburuk.

Uppal dan suaminya termasuk di antara sejumlah kecil penduduk yang meninggalkan Delhi karena risiko kesehatan terkait polusi udara.

Uppal, pendiri kelompok dukungan kesehatan ibu Matrescence yang berusia 36 tahun , mengatakan keluar dari kota berpolusi itu adalah "keputusan terbaik".

Polusi udara di Bengaluru terkadang masih dapat mencapai tiga kali batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun jauh di bawah kabut asap Delhi yang telah berlangsung berbulan-bulan. 

Udara bersih adalah "hak asasi manusia yang mendasar", ujarnya. "Setiap orang seharusnya bisa menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar."

3,8 Juta Kasus Kematian

Setiap musim dingin, Delhi diselimuti kabut asap yang menyengat, campuran beracun dari pembakaran tanaman, emisi pabrik, dan lalu lintas yang menyesakkan.

Kadar PM2.5 -- mikropartikel penyebab kanker yang cukup kecil untuk memasuki aliran darah -- melonjak hingga 60 kali batas WHO.

Meskipun ada janji reformasi, langkah-langkah seperti larangan sebagian kendaraan atau truk air yang menyemprotkan kabut belum banyak membantu menjernihkan suasana.

Tahun ini, pihak berwenang menjanjikan uji coba penyemaian awan untuk mengurangi polusi.

Sebuah studi di The Lancet Planetary Health tahun lalu memperkirakan 3,8 juta kematian di India antara tahun 2009 dan 2019 terkait dengan polusi udara.

Badan anak-anak PBB memperingatkan bahwa udara yang tercemar membuat anak-anak berisiko tinggi terkena infeksi saluran pernapasan akut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Megapolitan
LRT Jabodebek Targetkan 30 ...
Olahraga
Marc Marquez Menangi MotoGP...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.