Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendampingan untuk Pasar Tradisional dalam Menerapkan Daur Ulang Sampah di Makassar

📅 Kamis, 16 Okt 2025, 22:55 WIB | Oleh:
Pendampingan untuk Pasar Tradisional dalam Menerapkan Daur Ulang Sampah di Makassar Doc: Antara
Ket. Foto bersama dari pihak DLH Makassar, Perumda Pasar Makassar, dan Dewan Persampahan di Makassar.

Makassar - Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar (DLH Makassar) bersama Perumda Pasar Makassar melakukan pendampingan terhadap pasar tradisional untuk menerapkan sistem daur ulang sampah.

"Hal ini dilakukan selain untuk mencegah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) penuh, juga untuk mengurangi volume sampah yang diproduksi dari pasar," kata Kepala Bidang Persampahan DLH Makassar Bau Asseng di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Dia mengatakan, sejumlah pasar di Makassar sudah mulai menerapkan daur ulang sampah, sehingga sampah yang dibawa oleh mobil sampah ke TPA sudah berkurang volumenya.

"Salah satu pasar tradisional yang sudah menerapkan sistem daur ulang sampah adalah Pasar Sawah di Makassar. Bahkan, pasar ini selalu menjadi tempat belajar dan studi tiru dari daerah lain di Sulsel maupun luar Sulsel," ujarnya.

Ketua Forum Kota Sehat (FKS) Kota Makassar Melinda Aksa mengatakan salah satu fokus pendampingan dan upaya mendorong pasar rakyat adalah yang mampu mengelola limbahnya.

"Jadi, pasar didorong untuk melakukan pengelolaan sampah pasar secara mandiri, dan ini tentu akan memberikan nilai ekonomi, selain mengurangi volume sampah," katanya.

Mencermati kondisi tersebut, dilakukan Rapat Koordinasi yang dihadiri pihak DLH Makassar, Dewan Lingkungan yang dihadiri Marini Ambo Wellang, serta jajaran direksi Perumda Pasar Makassar Raya.

Dalam pertemuan tersebut, Melinda menegaskan pentingnya pasar tradisional menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan, mengingat pasar merupakan salah satu penyumbang terbesar timbunan sampah di Kota Makassar.

Dia juga mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen sampah di Makassar merupakan sampah organik, dan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang hampir penuh menuntut setiap kecamatan dan unit pasar mencari solusi pengelolaan di sumbernya.

“Kita harus mulai mengubah kebiasaan. Jangan lagi berpikir bahwa sampah itu bukan urusan pasar, karena justru pasar menjadi penyumbang terbesar. Minimal, kita bisa mengurangi 51 persen sampah yang masuk ke TPA. Dua tahun lagi, harapannya sudah tidak ada lagi sampah yang dikirim ke sana,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.