Boleh Dicoba Nih! Lima Pangan Lokal Ini Ternyata Punya Segudang Manfaat Kesehatan
📅 Kamis, 16 Okt 2025, 17:05 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Freepik
JAKARTA - Kekayaan alam negara kita tercinta memang tak perlu diragukan lagi. Dijuluki negeri yang subur, Indonesia mempunyai berbagai jenis tanaman pangan yang dapat dikonsumsi.
Sayangnya, pangan lokal justru belum banyak dilirik masyarakat. Padahal pangan ini mudah ditemui, harganya relatif terjangkau, dan konsumsi pangan lokal.
Lantas apa sajakah jenis pangan lokal yang memiliki segudang manfaat yang baik untuk di konsumsi? Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah rinciannya.
1. Buah Sukun
Buah ini mungkin belum sepopuler buah yang banyak dipajang di pasar swalayan ataupun pasar tradisional. Namun, kandungan nutrisi dalam sukun jelas tak kalah saing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Buah yang biasa diolah menjadi keripik ini merupakan sumber vitamin C, kalium, dan serat yang baik. Melansir dari Kementerian Kesehatan, sukun juga memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.
2. Walangi
Memiliki nama latin Eryngium foetidum, walangi, walang sangit, atau daun culantro banyak dikenal sebagai tanaman herbal. Bukan tanpa alasan, pangan satu ini mengandung tinggi vitamin a dan c, serta kalsium.
Sebaiknya Anda baca juga:
Biasanya, walangi disantap sebagai lalapan. Namun di beberapa negara, daun ini digunakan juga sebagai rempah yang dapat meningkatkan cita rasa makanan.
3. Pisang Tanduk
Sudah tidak asing lagi jika makanan yang satu ini memiliki ini disukai oleh masyarakat Indonesia. Mulai dari pisang bakar, nugget pisang, pisang aroma, atau pun keripik pisang.
Namun di balik popularitasnya yang melejit, pisang tanduk menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan. Pisang tanduk merupakan sumber prebiotik yang baik untuk kesehatan usus.
4. Tanaman Randa Tampak
Di Indonesia, tanaman Randa Tampak mudah ditemui di perkebunan atau bahkan di pekarangan rumah. Biasanya, daun dandelion muda disantap sebagai lalapan dan daun yang sudah tuanya diolah menjadi tumis sayur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!