Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

MBG Sudah Serap Anggaran Rp20,6 Triliun per 3 Oktober

📅 Rabu, 15 Okt 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
MBG Sudah Serap Anggaran  Rp20,6 Triliun per 3 Oktober Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 20,6 triliun rupiah hingga 3 Oktober 2025, atau 29 persen dari total pagu anggaran yang ditetapkan sebesar 71 triliun rupiah. Program tersebut telah menjangkau 31,2 juta penerima.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah (menjangkau) 31,2 juta penerima sampai dengan 3 Oktober 2025. Realisasi anggaran Rp20,6 triliun dari pagu Rp71 triliun, berarti sekitar 29 persen (penyerapan) dari total anggaran. Kalau kita lihat sebarannya sudah berlangsung di seluruh Indonesia,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (14/10).

Berdasarkan sebaran wilayah, Pulau Jawa menjadi penerima manfaat terbesar dengan 18,42 juta orang, disusul Sumatera sebanyak 6,60 juta orang, Sulawesi 2,33 juta orang, Bali-Nusa Tenggara 1,83 juta orang, Kalimantan 1,36 juta orang, serta Maluku-Papua 0,70 juta orang.

Saat ini sudah terdapat 10.572 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang mendukung pelaksanaan program tersebut.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Luky Alfirman menyebut akselerasi pelaksanaan program MBG berjalan cukup baik.

“Sekarang bisa dilihat perkembangannya itu cukup baik. Kita harapkan, kita dorong terus ini sesuai dengan target pemerintah, dari Pak Presiden (Prabowo Subianto) untuk bisa mencapai 82,9 juta penerima manfaat,” ujarnya.

Tak Terserap

Sementara, Kepala BGN Dadan Hindayana sebelumnya mengungkapkan lembaganya tidak dapat menyerap seluruh anggaran yang disediakan. Dana sebesar 70 triliun rupiah dari dana cadangan akan dikembalikan kepada pemerintah karena kemungkinan tidak terserap.

“Tahun ini, BGN menerima alokasi anggaran sebesar 71 triliun rupiah, ditambah dana standby 100 triliun rupiah. Dari total tersebut, 99 triliun rupiah berhasil terserap, sementara 70 triliun rupiah dikembalikan kepada Presiden Republik Indonesia karena kemungkinan tidak terserap di tahun ini,” jelas Dadan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menerangkan bahwa dana 70 triliun rupiah itu sebenarnya belum dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Yang saya tahu dia balikin 100 triliun rupiah dari anggaran yang dia sempat minta, tapi itu belum dianggarkan betul, jadi sebetulnya uangnya belum ada,” kata dia.

Justru, Purbaya bakal terus memantau penyerapan anggaran yang memang sudah ditetapkan tahun ini, yakni sebesar 71 triliun rupiah agar terserap secara efektif. Ia juga menekankan bahwa MBG merupakan program prioritas pemerintah yang penting untuk didorong agar penyerapan anggarannya optimal menjelang akhir tahun.

“Kan programnya bagus, harusnya kita dorong supaya lebih bagus penyerapannya. Ini akan saya lihat sampai akhir Oktober. Sekarang kan 29 persen kalau enggak salah penyerapannya kan? Nah, kita akan pastikan dia (MBG) bisa menyerap dengan baik 71 triliun rupiah sampai akhir tahun,” tambahnya.

Kepala BGN Dadan Hindayana sebelumnya memimpin Konsolidasi Regional untuk peningkatan tata kelola Program MBG di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.