Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bappenas: Kaltim Disiapkan Jadi Pusat Industri Hijau dan Superhub Ekonomi Nasional

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 04:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bappenas: Kaltim Disiapkan Jadi Pusat Industri Hijau dan Superhub Ekonomi Nasional Doc: Antara
Ket. Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris saat menghadiri Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) Regional Kalimantan Timur di Kota Samarinda, Senin (13/10).

Samarinda - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) merancang strategi untuk mentransformasi Kalimantan Timur dari daerah yang bergantung pada sumber daya alam mentah menjadi superhub ekonomi nusantara yang berbasis pada industri hilirisasi berkelanjutan.

"Kalimantan Timur ini energi primernya sudah sangat banyak, dari batu bara, juga minyak dan gas. Tentu ini kita perlu melihat ke situasi lokalitasnya," ujar Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris dalam acara Indonesia Sustainable Energy Week Regional Kalimantan Timur di Samarinda, Senin (13/10).

Menurut ia, Indonesia menargetkan menjadi negara maju pada 2045 dengan kunci utamanya adalah industrialisasi yang kompetitif.

"Kalimantan Timur dengan potensi energi primer yang melimpah menjadi kandidat utama untuk realisasi visi tersebut," kata Malik.

Namun, lanjut dia, tantangan yang dihadapi adalah ketergantungan ekonomi pada sektor pertambangan serta belum optimalnya diversifikasi ekspor dan pengembangan hilirisasi industri.

Dalam acara bertema "Solusi Kolaboratif untuk Transisi Energi Berkeadilan di Kalimantan Timur" itu, Bappenas mengarahkan kebijakan untuk Kalimantan berfokus pada pengembangan pusat aglomerasi baru untuk memajukan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Pembangunan infrastruktur konektivitas, seperti jalan tol trans Kalimantan dan pemantapan jalur logistik menjadi tulang punggung untuk mendukung kawasan industri," ucapnya.

Bappenas juga mendorong pengembangan pusat-pusat industri dan hilirisasi sumber daya hayati, seperti sawit dan kelapa, yang berbasis teknologi tinggi dan berkelanjutan.

Malik menjelaskan adanya dilema di Kalimantan Timur, yakni pasokan energi sangat besar, namun belum diimbangi permintaan dari sektor industri. "Ini yang perlu kita bangun sampai kewilayahan," tambahnya.

Solusi yang ditawarkan adalah menciptakan permintaan melalui pengembangan sinergi tiga kota, yaitu IKN sebagai pusat pemerintahan, Balikpapan sebagai jantung industri migas, dan Samarinda sebagai pusat inovasi.

Konsep tiga kota ini diharapkannya menjadi simpul ekonomi nasional yang dapat menyerap energi secara masif.

Malik menyoroti pentingnya pembangunan jaringan listrik (grid) Kalimantan yang akan mengintegrasikan sistem kelistrikan antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Integrasi ini menciptakan bauran energi yang andal, menggabungkan potensi batu bara di Kaltim dengan potensi besar hydropower dari Kalimantan Utara.

"Ketika Kalimantan grid ini selesai, terkoneksi Kaltim dan Kaltara, tentu Kaltim pun punya energi mix yang bagus sekali," jelasnya.

Bappenas percaya bahwa dengan terbangun infrastruktur kelistrikan yang terhubung dan andal, Kalimantan Timur tidak hanya akan menarik investasi industri berat yang haus energi, tetapi juga berpotensi menjadi pengekspor listrik pada masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.