Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nelayan Lebak Benar-benar Diminta Antisipasi Gelombang 4 Meter

📅 Senin, 13 Okt 2025, 12:43 WIB | Oleh:
Nelayan Lebak Benar-benar Diminta Antisipasi Gelombang 4 Meter Doc: ant
Ket. gelombang tinggi

LEBAK – Para nelayan harus ekstrahati-hati karena pantai selatan Banten tengah rawan gelombang tinggi, bahkan bisa mencapai empat meter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengimbau nelayan mewaspadai gelombang setinggi 4 meter di Selatan Pandeglang, Selat Sunda Barat Pandeglang, dan Perairan Selatan Lebak untuk menghindari kecelakaan laut.

"Kami berharap semua nelayan tradisional dapat mematuhi peringatan kewaspadaan cuaca buruk itu," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Banten, Senin.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tinggi gelombang 4 meter terjadi di Perairan Selatan Pandeglang, Selat Sunda Barat Pandeglang,dan Perairan Selatan Lebak sepanjang Senin (13/10).

Selain itu juga wisatawan dilarang berenang di sekitar pantai Pantai Binuangeun, Tanjung Panto, Suka Hujan, Cihara, Cibobos, Panggarangan, Bayah dan Sawarna, karena bisa menimbulkan korban jiwa dengan tinggi gelombang 4 meter.

Oleh karena itu, katanya, peringatan kewaspadaan tersebut disampaikan untuk menghindari kecelakaan laut yang kerapkali dialami nelayan.

Para nelayan juga disarankan agar menggunakan pakaian pelampung dan wisatawan yang mengunjungi pesisir selatan Banten agar tidak berenang di sekitar pantai, karena khawatir menimbulkan kecelakaan laut.

"Kami minta nelayan tetap waspada dan jika melaut agar menggunakan peralatan keselamatan dengan memakai pelampung," katanya.

Sementara itu, sejumlah nelayan di TPI Bayah Kabupaten Lebak mengatakan dalam dua bulan terakhir tinggi gelombang perairan Lebak berkisar 2,5 meter sampai 4,0 meter.

Dampaknya tangkapan relatif menurun drastis sehingga ratusan nelayan di TPI Tanjung Panto sebagian besar tidak melaut.

"Kami lebih baik istirahat di rumah karena kondisi laut cukup berbahaya dengan tinggi gelombang 4 meter itu," kata Dani (55) nelayan TPI Tanjung Panto Kabupaten Lebak.

Hujan Sejumlah Daerah

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan terdapat potensi hujan dengan beragam intensitas di sejumlah daerah disertai temperatur tinggi pada Senin.

Dalam prakiraan cuaca daring diikuti dari Jakarta, Senin, Prakirawan BMKG Zen Putri menjelaskan diprakirakan hujan ringan dapat turun di wilayah Banda Aceh, Medan, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang dan Bandar Lampung serta hujan disertai petir di Pangkal Pinang dan cuaca berasap atau kabut di Pekanbaru.

"Di Pulau Jawa diprakirakan terjadi udara kabur di Surabaya dan berpotensi hujan ringan di Serang, Jakarta, Bandung, Semarang dan Yogyakarta," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.