Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disbud: Dua Warisan Budaya Asli Buleleng Resmi jadi WBTB

📅 Senin, 13 Okt 2025, 14:58 WIB | Oleh:
Disbud: Dua Warisan Budaya Asli Buleleng Resmi jadi WBTB Doc: Pemkab Buleleng

SINGARAJA - Sebanyak dua warisan budaya asli Kabupaten Buleleng, Bali, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia tahun 2025. WBTB tersebut, dinyatakan langsung oleh pihak Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).

Dua warisan budaya Kabupaten Buleleng yang ditetapkan sebagai WBTB itu, adalah Tari Baris Bedog Buleleng. Kamudian, Karya Alilitan dari kawasan Catur Desa (Gobleg, Munduk, Gesing, dan Umejero).

​“Tahun 2025 ini, Buleleng ditetapkan mendapatkan dua WBTB, yaitu Tari Baris Bedog Buleleng dan Karya Alilitan dari Catur Desa. Prosesnya cukup panjang, dimulai sejak akhir tahun 2024, melalui tahapan verifikasi, pelengkapan narasumber, hingga sidang penetapan di Kemenbud," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, dalam keterangannya, Senin (13/10).​

Penetapan ini, sekaligus menambah daftar panjang kebanggaan Buleleng di bidang pelestarian budaya. Wisandika pun mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut.

Kedua tradisi ini dinilai memiliki keunikan dan ciri khas lokal yang menjadi kekuatan utama dalam penetapan WBTB. Tari Baris Bedog Buleleng memiliki keunikan pada puntalan kain di punggung penari.

Puntalan kain itu yang menggambarkan simbol khusus dalam upacara ngaben. Biasanya ditarikan oleh empat penari dalam prosesi tedun sawe dan pelepasan tali peti.

Sementara, Karya Alilitan merupakan tradisi khas masyarakat di empat desa Catur Desa. Karya itu diwariskan secara turun-temurun dan masih lestari hingga kini.

“Penetapan WBTB tidak dapat diberikan pada tradisi yang sudah punah. Dua tradisi ini masih hidup di tengah masyarakat dan terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ucap Wisandika.

Dengan dua tambahan ini, jumlah WBTB asal Kabupaten Buleleng kini mencapai 18 unsur budaya. Dinas Kebudayaan pun terus berupaya menambah jumlahnya melalui pengusulan unsur budaya lain.

"Baik berupa permainan tradisional, ritus, maupun karya budaya. Tahun ini kami juga sedang menunggu SK Bupati untuk penetapan satu Cagar Budaya, yaitu Gereja Pantekosta,” ujar Wisandika.

Sebelumnya, Dinas Kebudayaan Buleleng terus mengadakan workshop dan sosialisasi permainan tradisional. Dalam kegiatan itu, Dinas Kebudayaan Buleleng menggandeng dengan kalangan akademisi serta sekolah-sekolah di seluruh wilayah Buleleng. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.