Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kesempatan Emas, Pemkab Cianjur Bantu Pembiayaan Magang Internasional

📅 Jumat, 10 Okt 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kesempatan Emas, Pemkab Cianjur Bantu Pembiayaan Magang Internasional Doc: Antara
Ket. Bupati Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Mohammad Wahyu Ferdian melepas siswa magang ke Jepang dan mendapat bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BJB guna mempermudah pembiayaan, Kamis, (9/10).

Cianjur - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, memberikan fasilitas pembiayaan bagi calon peserta magang ke luar negeri salah satunya ke Jepang melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pekerja Migran Indonesia.

Bupati Kabupaten Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur Kamis (9/10), mengatakan program tersebut bekerjasama dengan Bank BJB, dengan harapan dapat mempermudah calon pekerja migran untuk mengakses pembiayaan dengan beban rendah. 

"Pemkab Cianjur serius membantu warganya dalam mencari peluang di tengah tantangan ekonomi dan minim-nya lapangan pekerjaan di tingkat lokal, saat ini banyak yang memilih memperbaiki nasib dengan program magang kerja keluar negeri," katanya. 

Pihaknya mendukung program magang ke Jepang yang digelar Yayasan Amanat Negeri Sakura (ANS) Cianjur, sehingga menjadi pilihan bagi peserta didik yang sebagian besar warga Cianjur mendapat pengalaman dan akhirnya bekerja di luar negeri.    
 
‎Program tersebut, ungkap dia, dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja asal Cianjur dengan tenaga kerja dari daerah lain di Indonesia termasuk bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain.

"Ini dapat menjadi contoh dimana sekolah pelatihan kerja dapat mengirim siswanya untuk magang dan bisa mendapat pekerjaan di Jepang, kami pemerintah daerah akan mendukung dan siap membantu termasuk meringankan pembiayaan melalui KUR PMI," katanya.   

Bahkan pemerintah daerah, tambah dia, akan membantu menyiapkan laboratorium bahasa agar proses pelatihan dan sertifikasi dapat dilakukan langsung di Cianjur tanpa harus keluar kota."Kita akan siapkan sarana dan prasarana penunjang-nya," kata dia.  
 
‎Ketua Yayasan Amanat Negeri Sakura Suhendar, mengatakan tahun 2025 pihaknya menargetkan sekitar 700 siswanya dapat menjalani program magang ke Jepang, dimana saat ini sudah memberangkatkan sekitar 300 orang siswa dan selanjutnya 200 orang menyusul. 

Dia menjelaskan program magang keluar negeri tepatnya ke Jepang banyak diminati siswa yang menjalani pendidikan di yayasan tersebut, dimana materi yang diberikan 90 persen bahasa dan 10 persen budaya kerja di negara tujuan, sehingga siswa dapat menghadapi dunia kerja.   

‎"Para siswa sudah dibekali pelatihan intensif seperti bahasa Jepang dan budaya kerja, sehingga mereka sudah siap menghadapi dunia industri di negara yang dituju,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bermula dari apk ijo asing yang masuk jadi ...
    Tolong pak presiden jgn cuma bacot MBG truss ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG Catat 235 Gempa Susula...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.