Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Google Bagikan 3 Kiat Cegah Penipuan saat Berbelanja Daring

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 19:35 WIB | Oleh:
Google Bagikan 3 Kiat Cegah Penipuan saat Berbelanja Daring
Ket. Warga melihat barang dagangan pada aplikasi platform niaga elektronik (e-commerce) di Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (13/9). Berdasarkan laporan We Are Social 2025, konsumen digital di Indonesia bergerak semakin cepat sebesar 73 persen transaksi e-commerce melalui perangkat mobile atau telefon pintar.

JAKARTA - Musim promo akhir tahun dan festival belanja seperti 10.10 selalu jadi momen paling ditunggu banyak orang untuk mendapatkan berbagai penawaran menarik.

Namun dibalik itu, penipuan daring menjadi satu hal yang perlu diwaspadai. Kini, penipu kerap memanfaatkan berbagai taktik baru untuk melakukan penipuan, mulai dari pesan singkat yang mengatasnamakan pihak lain hingga mengirim link yang menjebak.

Melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis, Google membagikan tiga kiat belanja daring aman dari risiko penipuan sebagai berikut:

Waspada modus penipuan yang kian beragam

Belakangan ini, berbagai modus penipuan digital kian marak dan menyasar masyarakat lewat beragam cara yang semakin meyakinkan.

Salah satu pola yang paling sering muncul adalah penipuan yang mengatasnamakan layanan pelanggan. Pelaku berpura-pura menjadi perwakilan resmi dari bank, marketplace, atau merek populer dengan menampilkan nomor palsu yang sekilas terlihat valid. Mereka biasanya menampilkan nomor palsu dan meminta data pribadi, bahkan akses jarak jauh ke perangkat.

Untuk menghindarinya, penting untuk tidak pernah membagikan kata sandi, kode OTP, maupun memberikan izin akses remote. Jika menemukan hal mencurigakan, langkah paling aman adalah menghubungi langsung layanan pelanggan resmi melalui kanal yang terverifikasi.

Modus lain yang juga banyak beredar adalah malvertising atau iklan berbahaya. Iklan semacam ini sering kali dirancang dengan tampilan menarik namun justru mengarahkan pengguna ke situs berisi malware.

Karena itu, disarankan hanya mengakses iklan dari situs resmi dan tidak mengabaikan peringatan keamanan dari peramban. Penggunaan ad blocker atau fitur keamanan tambahan seperti HTTPS-first mode juga dapat membantu meminimalkan risiko.

Tak kalah sering, penipuan juga dikemas dalam bentuk notifikasi paket atau tagihan palsu. Pesan singkat melalui SMS atau email berisi imbauan untuk mengeklik tautan dengan alasan paket tertahan atau tagihan belum dibayar, kerap menjadi jebakan bagi pengguna yang lengah.

Cara paling aman adalah langsung mengecek status pengiriman melalui aplikasi atau situs resmi jasa ekspedisi tanpa mengakses tautan yang dikirimkan secara acak.

Selain itu, situs palsu dengan penawaran promo yang tidak wajar juga menjadi strategi umum para penipu untuk menarik korban. Tampilan situs yang dibuat menyerupai versi asli sering sukses mengecoh pengguna.

Karena itu, selalu periksa dengan teliti alamat situs dan cari ulasan dari pengguna lain sebelum memutuskan melakukan pembayaran.

Amankan akun sebelum berbelanja

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Wajah Kota Medan Bakal Beru...

Paus Leo XIV Desak Eropa Bersatu

24 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Eropa Be...

Serangan Russia Meningkat, Delapan Orang Tewas

33 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Serangan Russia Meningkat, ...
Ekonomi
Tiket Pelni Sampit Kini Bis...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.