Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Perlu Dorong Produktivitas untuk Perkuat Daya Saing Industri

📅 Rabu, 08 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Pemerintah Perlu Dorong Produktivitas untuk Perkuat Daya Saing Industri Doc: Koran Jakarta/M Fachri
Ket. Menaker Yassierli

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan bahwa produktivitas menjadi salah satu pendorong utama daya saing industri.

“Saya sering sampaikan adalah salah satu penyebab PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) adalah karena memang daya saing (Indonesia) kurang, itu salah satu faktornya. Faktornya banyak, maka produktivitas dari industri kita juga kemudian lemah,” ucap Menaker dalam agenda Peluncuran Dokumen Rencana Induk Produktivitas Nasional di Gedung Bappenas Jakarta, Selasa (7/10).

Seperti dikutip dari Antara, berdasarkan catatan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), produktivitas meningkatkan kualitas produk, efisiensi biaya dan daya saing ekspor yang memperkuat dunia industri nasional, sehingga terjadi penciptaan lapangan kerja lebih sustain, luas, serta berkualitas.

Urgensi peningkatan produktivitas juga ditujukan untuk mentransformasikan bonus demografi, mengingat lebih dari 70 persen penduduk Indonesia berusia produktif.

Bonus demografi tersebut memberi kuantitas, sedangkan produktivitas memberi kualitas. Dengan produktivitas maka bonus demografi dapat ditransformasi menjadi bonus ekonomi.

Secara rata-rata, pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri relatif stabil di kisaran 5 persen per tahun selama satu dekade terakhir. Adapun pertumbuhan produktivitas di periode yang sama hanya 2,6 persen, salah satu yang terendah di Asia Tenggara.

Untuk Total Factor Productivity (TFP) pada tahun 1993, Indonesia sempat mencapai angka 1,4, di atas Tiongkok yang hanya 1,39, Malaysia 1,24, India 0,94, dan Vietnam 1,19.

Adapun per tahun 2022, TFP Indonesia turun menjadi 1,05, dikalahkan Vietnam 1,17, Malaysia 1,69, Korea Selatan 2,09, India 2,18, dan Tiongkok 2,52. Pertumbuhan produktivitas Indonesia hanya setara Malaysia dan Thailand.

Angkatan Kerja

Mengacu potret ketenagakerjaan Indonesia tahun ini, total angkatan kerja mencapai 153,05 juta dan bukan angkatan kerja sebanyak 63,74 juta. Secara rinci, mereka yang bekerja sebanyak 145,77 juta, pengangguran 7,28 juta, sedang sekolah 16,78 juta, mengurus rumah tangga 38,29 juta, serta telah pensiun dan lain-lain 8,67 juta.

Adapun status angkatan kerja di sektor formal sebesar 38,67 persen, sektor informal (termasuk setengah pengangguran) 56,57 persen, dan pengangguran 4,76 persen.

Melihat dari pendidikan angkatan kerja, mereka yang menjadi sarjana/diploma sebanyak 12,99 persen, lulusan SMK/SMA 34,29 persen dan SD/SMP 52,72 persen.

Jika dihitung status pekerjaan per pendidikan, angkatan kerja yang menjadi sarjana dan bekerja di sektor formal ialah 76,2 persen, sektor informal 17,6 persen, dan pengangguran 6,2 persen atau 1,01 juta orang.

Untuk diploma, terdapat 67,9 persen yang bekerja di sektor formal, 27,3 persen sektor informal, dan 4,8 persen atau 177,39 ribu orang pengangguran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

13 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.