Wali Kota: Bandung adalah ‘Beacon of Jazz’ yang Bersuara untuk Dunia
📅 Senin, 06 Okt 2025, 13:35 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Wali Kota Muhammad Farhan menyebut Kota Bandung sebagai pusat musik dan budaya melalui gelaran The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2025. Wali Kota Farhan bahkan menyebut Bandung sebagai kota yang menjadi mercusuar jazz dunia.
“Kita deklarasikan Bandung sebagai A Beacon of Jazz, suara jazz dari Bandung untuk dunia. Karena dari Bandung-lah, suara jazz akan tiba dan menyebar ke seluruh dunia,” ujar Wali Kota Farhan di The Papandayan Hotel, Sabtu (4/10).
Wali Kota Farhan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh musisi dan penggiat jazz yang telah membangun ekosistem musik di Bandung. Ia menilai, keberhasilan festival ini tak lepas dari kerja keras para pelaku seni yang konsisten selama bertahun-tahun.
“Benih-benih itu sudah banyak lahir di Bandung, dan kita sangat mengaguminya. Namun, izinkan saya malam ini mengingatkan agar kita tidak lupa kepada para penanam benihnya. Tanpa mereka, benih ini mungkin akan berserakan,” ucap dia.
Menurut Wali Kota Farhan, Kota Bandung akan terus menjadi tempat lahirnya musisi besar, meskipun banyak di antaranya meniti karier di luar kota.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bandung selalu diakui sebagai tempat lahirnya para musisi hebat. Inilah yang membuat Bandung akan selalu menjadi The Beacon of Jazz, From Bandung to The World,” tutur dia.
Tahun 2025 menjadi tahun kesepuluh festival ini diselenggarakan. General Manager The Papandayan sekaligus Founder TP Jazz Management, Bobby Renaldi, menyampaikan TPJF 2025 merupakan perayaan satu dekade perjalanan festival yang menggabungkan musik, budaya, dan gaya hidup dalam tema “A Culture Resonance”.
Sejak pertama kali digelar pada 2015, TPJF telah menjadi wadah konsisten bagi musisi jazz dari berbagai generasi, baik nasional maupun internasional. Tahun ini, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada The Papandayan sebagai satu-satunya hotel di Indonesia yang mampu menyelenggarakan festival jazz tahunan selama 10 tahun berturut-turut.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sejak awal, TPJF bukan hanya festival musik, melainkan panggung budaya dan simbol keterbukaan yang kami hadirkan dari Bandung untuk dunia. Tahun ini, dengan tema ‘A Culture Resonance’, kami ingin menegaskan bahwa jazz adalah bahasa universal yang merangkul semua orang,” ujar Bobby.
Festival ini menampilkan delapan panggung musik di seluruh area hotel, mulai dari Suagi Grand Ballroom hingga Tropical Garden, Pool Deck, dan area Pasar Jazz.
Deretan musisi papan atas seperti Afgan, HIVI!, Reality Club, Iwa K, dan Ziva Magnolya turut tampil bersama maestro jazz seperti Barry Likumahuwa & The Rhythm Service feat. Trie Utami, Bandung Jazz Orchestra, serta Dwiki Dharmawan feat. Rimar Callista.
Tak hanya menampilkan konser musik, TPJF 2025 juga menghadirkan Tribute to Legendary Musicians untuk mengenang Utha Likumahuwa, dan TPJF Lifetime Achievement Award untuk mendiang Harie Roesli.
Selain itu, area Pasar Jazz kembali menjadi magnet bagi masyarakat, dengan puluhan tenant kuliner dan UMKM lokal yang menyatukan musik, seni, dan kreativitas Bandung dalam satu ruang interaktif.
“Kami ingin TPJF menjadi festival yang bisa dirasakan semua kalangan, bukan hanya penikmat jazz. Dengan akses gratis ke Pasar Jazz, masyarakat bisa menikmati seni, kuliner, dan atmosfer kebersamaan khas Bandung,” ujar Tyagita R Hermawan, Event Director TP Jazz Management. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!