Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rencana Induk Ekonomi Kreatif untuk Penguatan Ekonomi Jangka Menengah

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 16:36 WIB | Oleh:
Rencana Induk Ekonomi Kreatif untuk Penguatan Ekonomi Jangka Menengah Doc: ist
Ket. ekonomi kreatif

JAKARTA - Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045 tengah disusun pemerintah. Tujuannya, untuk penguatan ekonomi kreatif dengan pendekatan people-centered yang fokus pada pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Sekretaris Kementerian Dessy Ruhati menjelaskan penyusunan itu melibatkan kementerian dan lembaga khususnya yang akan tergabung dalam Panitia Antarkementerian/lembaga pemerintah nonkementerian (PAK) sebagai masukan untuk menyatukan sinergi membangkitkan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.

“Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026-2045 bukan hanya milik Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, tapi adalah milik kita bersama karena ekosistem ekonomi kreatif itu adalah juga kita sendiri. Oleh karena itu, penyusunannya tidak bisa berjalan satu arah, tapi dibangun dengan masukan dari semua pihak termasuk dari seluruh kementerian dan lembaga terkait,” jelas Dessy dalam keterangan pers yang diterima, Minggu.

Direktur Kajian dan Manajemen Strategis, Agus Syarip Hidayat menegaskan bahwa Rindekraf Tahun 2026-2045 disusun dengan pendekatan people-centered, yang menempatkan pelaku ekonomi kreatif sebagai subjek utama pembangunan. Strategi yang dirancang berfokus pada penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), yang mana pelaku ekraf menjadi subjek yang perlu dikembangkan melalui riset, pendidikan, hingga fasilitasi kekayaan intelektual dari proses kreasi hingga komersialisasi, serta pelindungan kreativitas.

Strategi kedua adalah unit usaha ekonomi kreatif yang berdaya saing agar bisa tumbuh secara berkelanjutan, serta mendorong pemerataan pengembangan ekosistem kreatif hingga ke seluruh daerah melalui pendekatan SPARK (Strengthen, Promote, Amplify, Remarkable).  “Hal ini sejalan untuk menjawab potensi demografi Indonesia yang besar,” katanya.

Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Sekretariat Negara, Andri Hananto (Analis Hukum) menekankan bahwa untuk seluruh regulasi yang berjudul perencanaan, harus menjadi acuan atau pedoman dan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan dalam satu ekosistem pada RPJMN. Rindekraf harus menjadi pedoman strategis yang memandu kementerian dan lembaga dalam menyusun rencana aksi untuk mencapai target kontribusi ekonomi kreatif tidak hanya memuat kompilasi kegiatan dari kementerian dan lembaga.

“Kami juga melihat perlunya penajaman dalam pengaturan rencana aksi, terutama pada tahap awal, agar runtut sesuai tahapan hingga 2045. Dengan begitu, rencana aksi yang dibagi ke dalam empat tahap dapat lebih selaras dengan RPJMN, evaluasi, dan capaian pembangunan di setiap periode,” jelas Andri.

Dalam pembahasan batang tubuh RPerpres Rindekraf, Kementerian Ekraf menerima masukan dan saran dari kementerian dan lembaga terkait, di antaranya mengenai penggunaan istilah industri kreatif, sinkronisasi Rindekraf di tingkat pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, jangka waktu peninjauan Rindekraf, pendelegasian beberapa ketentuan yang bersifat teknis, susunan tim koordinasi Rindekraf, dan lain-lain.

Berbagai masukan yang telah disampaikan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan RPerpres Rindekraf Tahun 2026-2045 agar lebih komprehensif, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional maupun daerah.

Dengan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, diharapkan Rindekraf mampu menjadi pedoman strategis yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif (UU Ekraf), disusun untuk jangka waktu dua puluh tahun dan ditinjau setiap lima tahun.

Cobain

Sementara itu, dalam rangka menyambut Hari Pariwisata Sedunia 2025, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan mitra co-branding Wonderful Indonesia menghadirkan program daring bertajuk “COBAIN!” (Co-branding Wonderful Indonesia Nanya-nanya!) yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan aktivitas itu merupakan hasil kolaborasi dengan para mitra co-branding yang telah berkolaborasi mendukung kemajuan pariwisata Indonesia.

“Momentum Hari Pariwisata Sedunia ini kami jadikan ajakan kepada masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan pariwisata yang bukan hanya jalan-jalan, tapi juga peduli terhadap lingkungan dan masa depan, melalui kegiatan pariwisata yang lebih bertanggung jawab,” ujar Made.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Peluncuran program Puskesmas Siap SEDIA

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Peluncuran program Puskesma...

Produksi keris pusaka

1 jam lalu | Wahyu AP

Daerah
Produksi keris pusaka
Nasional
Pemerintah luncurkan logo H...
  • Kabar Baik! Pemerintah Pertahankan Bunga KUR 6 Persen, UMKM Dapat Angin Segar
    Preview komentar:
    Thank you for sharing this informative article. Thank ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
Susunan Pemain Brasil vs Jepang, Kedua Tim Turunkan Komposisi Terbaik, Matheus Cunha Starter, Neymar Cadangan

Susunan Pemain Brasil vs Jepang, Kedua Tim Turunkan Komposisi Terbaik, Matheus Cunha Starter, Neymar Cadangan

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.