Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Moon Cake Festival Singkawang Jadi Simbol Pelestarian Budaya

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 23:25 WIB | Oleh:
Moon Cake Festival Singkawang Jadi Simbol Pelestarian Budaya Doc: ANTARA/Narwati
Ket. Perayaan festival kue bulan atau moon cake di kota Singkawang, Kalimantan Barat.

SNGKAWANG, KALIMANTAN BARAT - Wali Kota Singkawang, Kalbar Tjhui Chui Mie mengatakan, festival kue bulan atau moon cake di kota setempat yang berlangsung dari 3 hingga 6 Oktober menjadi simbol pelestarian budaya Tionghoa yang penuh warna dan sarat makna.

Wali Kota mengatakan, penyelenggaraan moon cake festival bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga merupakan wujud nyata dalam melestarikan tradisi leluhur masyarakat Tionghoa.

“Festival ini adalah cara kita menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tidak hilang oleh zaman,” ujarnya, Minggu (5/10).

Ia menjelaskan, perayaan kue bulan merupakan tradisi turun-temurun yang digelar setiap tanggal 15 bulan 8 kalender Tionghoa. Dalam budaya Tionghoa, perayaan ini melambangkan rasa syukur, kebersamaan, dan keharmonisan keluarga di bawah sinar bulan purnama.

Menurut Tjhai Chui Mie, festival ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

“Selama seminggu, UMKM bisa memasarkan produk lokal kepada pengunjung. Ini tentu menjadi multiplier effect bagi perekonomian masyarakat,” katanya.

Ia mendorong agar kegiatan serupa dapat terus digalakkan oleh berbagai paguyuban etnis yang ada di Kota Singkawang. Saat ini, terdapat 17 paguyuban di kota tersebut yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis budaya.

“Setiap paguyuban memiliki nilai tradisi yang unik. Jika dikemas dengan baik, semuanya bisa menjadi magnet wisatawan datang ke Singkawang,” ucapnya.

Ketua Panitia Singkawang Mooncake Festival 2025, Helga Abraham menambahkan, festival ini tidak hanya menampilkan aneka kue bulan dan kuliner khas, tetapi juga menyertakan kegiatan sosial seperti akupunktur gratis dan pemberian santunan kepada anak yatim.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Kami berharap Moon cake Festival bisa menjadi agenda tahunan di Kota Singkawang, sebagai bentuk sinergi antara budaya, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dengan perpaduan antara nuansa budaya, hiburan, dan kegiatan sosial, Moon cake Festival 2025 tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga simbol harmoni dan keberagaman yang menjadi ciri khas Kota Singkawang. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.