Kementerian PUPR Pacu Program Padat Karya 2025: Buka Lapangan Kerja Lewat Pembangunan Jalan dan Jembatan! Infrastruktur Tumbuh, Ekonomi Rakyat Terbantu
📅 Minggu, 05 Okt 2025, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO - Kementerian PUPR
JAKARTA – Program padat karya di bidang jalan dan jembatan bukan cuma soal membuka lapangan kerja, tapi juga mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah.
Program padat karya ini ibarat dua keuntungan sekaligus — masyarakat dapat penghasilan, daerah pun makin terbuka aksesnya.
Pendekatan padat karya efektif menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi, sekaligus memastikan proyek infrastruktur berjalan dengan efisien.
Pemberdayaan tenaga local dalam program padat karya ini juga menciptakan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan, sehingga jalan dan jembatan yang dibangun tak hanya jadi simbol konektivitas fisik, tapi juga sosial dan ekonomi.
Dengan begitu, program padat karya ini berperan ganda: memperkuat ekonomi rakyat sambil menyiapkan fondasi mobilitas yang lebih merata di masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggenjot pelaksanaan program padat karya bidang karya jalan dan jembatan pada tahun 2025 ini dalam rangka mewujudkan Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa program padat karya merupakan strategi pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian lokal.
“Program ini adalah instrumen penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat," ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (5/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan melibatkan warga setempat dalam pembangunan, padat karya membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Kementerian PU terus melanjutkan program infrastruktur kerakyatan melalui program padat karya bidang jalan dan jembatan.
Program ini dilaksanakan oleh seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta membantu membuka lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran.
Pada TA 2025, Kementerian PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk pekerjaan padat karya bidang jalan dan jembatan yang tersebar di 1.059 lokasi.
Anggaran tersebut digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan infrastruktur berskala kecil seperti pemeliharaan jalan dan jembatan yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Berdasarkan data e-Monitoring Kementerian PU per 24 September 2025, progres fisik program telah mencapai 62,1 persen dengan serapan tenaga kerja 43.628 orang atau setara 2.909.075 Hari Orang Kerja (HOK).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!