Zelenskyy Tuduh Russia Lakukan 'Terorisme Nuklir'
📅 Senin, 27 Apr 2026, 02:50 WIB | Oleh: Tim PenulisKYIV - Presiden Volodymyr Zelenskyy pada Minggu (26/4) menuduh Russia melakukan terorisme nuklir, saat Ukraina memperingati ulang tahun ke-40 bencana nuklir Chernobyl di tengah serangan pesawat tak berawak baru yang mematikan.
Lima orang tewas di seluruh Ukraina setelah Moskwa meluncurkan lebih dari 100 drone semalam, yang merupakan serangan terbaru dari serangkaian serangan yang hampir setiap malam dihadapi negara itu sejak awal perang pada tahun 2022.
Dalam unggahan media sosial yang menandai peringatan Chernobyl, Zelenskyy mengatakan bahwa invasi Russia sekali lagi membawa dunia ke ambang bencana buatan manusia. Dia pun menyoroti bagaimana drone Russia secara teratur terbang di atas Chernobyl dan bahwa salah satu drone telah menabrak kubah pelindungnya tahun lalu.
“Russia, melalui invasinya, sekali lagi membawa dunia ke ambang bencana buatan manusia," kata Presiden Zelenskyy. "Dunia tidak boleh membiarkan terorisme nuklir ini berlanjut, dan cara terbaik adalah memaksa Russia untuk menghentikan serangan sembrono mereka," imbuh dia.
Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, turut hadir dalam acara peringatan malapetaka nuklir tersebut. Mengomentari kerusakan pada kubah pelindung tersebut, yang menurut kelompok lingkungan Greenpeace meningkatkan risiko kebocoran radioaktif, Grossi mengatakan bahwa perbaikan harus dimulai sesegera mungkin dan membiarkan situasi seperti sekarang ini justru akan menambah masalah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Greenpeace, perbaikan apa pun pada struktur luar logam yang masif tersebut, yang berpotensi memakan waktu hingga empat tahun, hampir mustahil dilakukan karena invasi Russia.
Malapetaka nuklir tahun 1986 di Chernobyl adalah bencana nuklir sipil terburuk dalam sejarah dan mengubah persepsi global tentang energi atom. Diperkirakan ribuan orang meninggal akibat terpapar radiasi, meskipun perkiraan jumlah korban jiwa yang tepat bervariasi.
Sementara itu sekitar 600.000 orang yang terlibat dalam operasi pembersihan dilaporkan telah terpapar radiasi tingkat tinggi. Sementara ratusan ribu orang lainnya dievakuasi karena kontaminasi radioaktif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Zona di sekitar pembangkit listrik telah menjadi zona eksklusi, dengan kota-kota, ladang, dan hutan yang ditinggalkan. Secara keseluruhan, bencana tersebut membuat sebagian besar wilayah di Ukraina utara dan Belarus selatan menjadi tidak layak huni.
Sebuah laporan PBB tahun 2005 menyebutkan jumlah kematian yang terkonfirmasi dan diproyeksikan mencapai 4.000 di tiga negara yang paling parah terkena dampaknya. Greenpeace pada tahun 2006 memperkirakan bahwa bencana tersebut telah menyebabkan hampir 100.000 kematian.
Seruan Paus
Sementara itu dari Kota Vatikan dilaporkan bahwa pemimpin umat Katolik seluruh dunia, Paus Leo XIV, pada peringatan 40 tahun bencana nuklir Chernobyl menyerukan agar energi atom hanya digunakan untuk tujuan damai.
“Ledakan mematikan di pabrik era Soviet itu menandai hati nurani umat manusia dan tetap menjadi peringatan akan risiko yang melekat dalam penggunaan teknologi yang semakin canggih," kata Paus AS di akhir kebaktian doa di Vatikan.
“Saya berharap bahwa di semua tingkatan pengambilan keputusan, kebijaksanaan dan tanggung jawab akan selalu dijunjung tinggi, sehingga setiap penggunaan energi atom dapat bermanfaat bagi kehidupan dan perdamaian,” imbuh Paus. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!