Geger! Satgas Cs-137 Turun Gunung Usut Cengkeh Tercemar Radioaktif Setelah Temuan Udang Terkontaminasi
📅 Jumat, 03 Okt 2025, 19:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Angga Budhiyanto.
JAKARTA – Satgas Cesium-137 bergerak cepat dengan segera memulai investigasi terkait temuan cemaran zat radioaktif Cs-137, kali ini merambah ke produk cengkeh.
Tak berhenti di situ, satgas juga turun tangan menangani kasus serupa pada produk udang yang sudah terindikasi terkontaminasi.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan keamanan pangan sekaligus menjaga kepercayaan publik maupun pasar ekspor, mengingat isu radioaktif bisa berdampak besar terhadap citra produk Indonesia di mata dunia.
"Soal cengkeh akan kami mulai investigasi, sambil terus menangani soal udang," ujar Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Pangan Bara Khrishna Hasibuan dihubungi di Jakarta, Jumat (3/10).
Bara menyampaikan, Satgas Cesium 137 baru menerima laporan dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait dengan temuan komoditas cengkeh yang mengandung zat radioaktif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Indonesia pun langsung menanggapi temuan tersebut, dan akan mulai melakukan investasi. Ia menyebut, selama ini satgas masih fokus pada penanganan udang terkontaminasi Cs-137.
"Kami baru menerima report dari Pemerintah AS soal komoditas cloves yang contaminted dan baru akan melakukan investigasi soal itu. Selama ini yang kami lakukan adalah penanganan soal product udang yang contaminated," katanya.
Diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) menemukan zat radioaktif Cesium-137 pada produk cengkeh asal Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Temuan ini menambah daftar kasus kontaminasi radioaktif pada produk pangan Indonesia, setelah sebelumnya paparan Cs-137 terdeteksi pada udang beku ekspor.
Dalam laporannya, FDA menemukan paparan Cs-137 pada cengkeh yang dikirim oleh PT NJS. Sebagai respons, FDA memblokir seluruh impor rempah dari perusahaan tersebut.
Pada Agustus lalu, FDA juga mendeteksi kontaminasi Cs-137 pada udang beku yang diekspor oleh PT Bahari Makmur Sejati (BMS).
Pemerintah merespons dengan membentuk Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Cs-137 untuk menyelidiki kasus tersebut.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa sumber kontaminasi berasal dari pabrik baja PT PMT di kawasan industri Cikande, Serang, Banten, yang menggunakan bahan baku berupa scrap metal atau serbuk besi bekas.
Kontaminasi diduga menyebar melalui udara ke fasilitas pengemasan udang milik PT BMS yang berjarak kurang dari dua kilometer dari pabrik tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!