Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertamina Tak Jalankan Rekomendasi Menteri Keuangan

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 06:15 WIB | Oleh:
Pertamina Tak Jalankan Rekomendasi Menteri Keuangan Doc: ist
Ket. Menteri Keuangan

JAKARTA – Tanpa kilang minyak baru, banyak anggaran subsidi tersedot untuk sektor energi. Sebenarnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah merekomendasi Pertamina agar membangun kilang minyak baru. Rekomendasi diberikan saat Purbaya masih bertugas di Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi. Saat itu, tahun 2018. Kemudian Pertamina berjanji akan membangun tujuh kilang baru. “Tapi sampai sekarang tak satu pun kilang yang dibangun,” ujar Purbaya, di Jakarta, Rabu (1/10).

Purbaya tak melihat komitmen Pertamina yang berjanji akan membangun tujuh kilang baru dalam kurun waktu lima tahun. “Komitmen itu belum terlihat. Padahal, impor untuk bahan bakar minyak memakan anggaran besar, yang mengakibatkan nilai subsidi energi terus meningkat dari tahun ke tahun,” tandas Menkeu.

Untuk itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak Komisi XI DPR bekerja sama untuk mengawasi dan mengontrol kinerja Pertamina, terutama dalam konteks pembangunan kilang. Sebab janji-janji Pertamina untuk membangun kilang baru minyak, tak satu pun terwujud, dari tujuh yang dijanjikan. Ajakan Purbaya ini disampaikan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR.

Tak hanya itu, Purbaya pun menandaskan akan turut ambil bagian dalam mengawasi proses berjalannya proyek-proyek yang diusulkan oleh Pertamina. Dengan demikian, diharapkan ada timbal balik dari Pertamina dalam memperkuat kemandirian energi nasional. “Jadi, saya bukan juru bayar saja. Saya akan masuk dan melihat mereka menjalankan atau tidak proyek-proyek yang diusulkan,” ujarnya. 

Sebelumnya, Pertamina dinilai lambat dalam memenuhi janji untuk membangun kilang minyak. Untuk itu, dia mendorong agar Pertamina mempercepatnya. “Saya minta Pertamina menyegerakan pembangunan kilang minyak baru demi menekan anggaran subsidi energi yang terus meningkat tiap tahun,” tandas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta, Rabu (1/10).

Purbaya mengatakan tidak ada silang pendapat terkait permintaannya kepada PT Pertamina (Persero) untuk membangun kilang minyak baru. “Nggak ada silang pendapat. Hanya memastikan Pertamina punya rencana agar dijalankan dengan cepat,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu.

Pembangunan kilang minyak merupakan rencana yang mulanya diusulkan oleh Pertamina, sehingga perusahaan pelat merah itu memiliki kewajiban untuk mewujudkan rencana tersebut, katanya, menambahkan. Di sisi lain, pembangunan kilang minyak baru juga akan memberikan nilai tambah di dalam negeri.

“Supaya kita bisa menghemat subsidi. Di samping itu, value added sebagian akan diciptakan di sini, bukan di negara lain,” ujar Menkeu. Purbaya minta PT Pertamina (Persero) untuk membangun kilang minyak baru dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, di Jakarta, Selasa (30/9). Hal itu bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor, yang pada akhirnya bakal menekan anggaran subsidi energi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.