Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menbud: Batik Simbol Identitas Bangsa

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 15:35 WIB | Oleh:
Menbud: Batik Simbol Identitas Bangsa Doc: Kementerian Kebudayaan
Ket. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, berharap batik tetap menjadi bagian dari budaya dan identitas bangsa Indonesia. Ia menilai, penggunaan batik merupakan wujud nyata peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya nusantara.

"Tentu setiap hari kita bisa menggunakan batik, dimanapun dan kapanpun. Ini adalah cara kita untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan melestarikan warisan budaya Indonesia," katanya dalam keterangan pers, Kamis (2/10).

Mulanya, penetapan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober berawal dari pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia. Pada tanggal tersebut, UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009. Sejak itu, masyarakat Indonesia diajak untuk mengenakan batik sebagai wujud kebanggaan sekaligus upaya melestarikan warisan budaya nusantara.

"Jadi sejak itu, tanggal 2 Oktober kita peringati bersama sebagai Hari Batik Nasional. Tentu setiap hari kita bisa menggunakan batik, dimanapun kita bisa menggunakan batik," tutur dia.

Senada dengan Menbud Fadli, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pun menyatakan demikian. Ia menegaskan, memakai batik bukan sekadar pilihan busana, melainkan wujud mencintai karya budaya bangsa.

"Ketika kita memakai batik maka kita ikut merayakan budaya Indonesia. Sekaligus menunjukkan rasa bangga terhadap warisan batik yang kaya nilai seni dan filosofi," ucap dia.

Menurut dia, atmosfer kebanggaan terhadap batik harus ditularkan kepada generasi muda agar tidak hanya mengenal. Tetapi juga menjadikan batik bagian dari keseharian.

Ia menambahkan, generasi muda dapat menggunakan batik sebagai bentuk partisipasi sekaligus pelestarian budaya. Selain itu, bangga berbatik juga diartikan cinta pada produk budaya lokal.

"Atmosfer seperti ini yang harus kita tularkan kepada generasi muda supaya ikut menjadikan batik sebagai simbol gaya hidup. Batik ini akar budaya yang tidak lekang waktu, bahkan tetap relevan dengan gaya hidup modern," ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kepala Bapanas: Stok Beras ...

Jakarta Terima Hadiah Ultah Mencapai Rp22,2 Triliun

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...
Ekonomi
Asik, Sambut Libur Sekolah ...
Megapolitan
Warga Gagalkan Aksi Dua Pen...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...

Siswa Bermasalah Tak Layak Menerima Bantuan Biaya Sekolah

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...
Megapolitan
Haree Gini Masih Buang Samp...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.