Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekda DKI Bongkar 3 Langkah Besar Jadikan Jakarta Kota Dunia di Seminar Internasional

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 11:45 WIB | Oleh:
Sekda DKI Bongkar 3 Langkah Besar Jadikan Jakarta Kota Dunia di Seminar Internasional Doc: Istimewa

JAKARTA – Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matali, hadir dalam Seminar Internasional di Universitas Islam Asy-Syafi’iyah, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (30/9). Acara ini digelar berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta dengan mengangkat tema “Islam dan Identitas Nasional: Dari Afiliasi Agama Menuju Tanggung Jawab Sosial.”

Di hadapan dosen, mahasiswa, dan jamaah majelis taklim, Marullah menegaskan bahwa Jakarta bukan sekadar kota multikultural. Ia menekankan ibu kota juga menjadi simbol kemajuan peradaban sekaligus pusat kekuatan ekonomi di kawasan ASEAN.

“Jakarta sedang bergerak menjadi kota cerdas, modern, dan berdaya saing dengan kota-kota besar dunia. Perjalanan ini membutuhkan dukungan akademisi, ulama, dan masyarakat agar cita-cita menjadikan Jakarta sebagai pusat ekonomi, budaya, inovasi, dan kota berkelanjutan dapat terwujud,” ujar Marullah.

Dalam kesempatan itu, Marullah didampingi Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH. Faiz Muhammad Syukran Ma’mun, dan Ketua Yayasan Asy-Syafi’iyah, Dailami Firdaus. Kehadirannya sekaligus menjadi momentum memperkuat peran perguruan tinggi dan organisasi keagamaan dalam pembangunan kota.

Menurutnya, Jakarta menghadapi tantangan serius sebagai kota besar. Kemacetan, polusi, kesenjangan sosial, hingga keterbatasan ruang publik disebut sebagai masalah yang hanya bisa diatasi lewat kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Meskipun mayoritas warga Jakarta beragama Islam, pemerintah tetap memberikan pelayanan setara bagi umat beragama lain demi terciptanya kota yang rukun, aman, dan inklusif. Inilah wajah Jakarta yang damai karena interaksi antarumat beragama yang terus dirawat,” imbuhnya.

Dalam pidatonya, Marullah juga menyampaikan tiga langkah penting untuk memperkuat masa depan Jakarta. Pertama, perencanaan pembangunan yang matang agar generasi mendatang tidak terjebak dalam lingkaran kemiskinan.

Langkah kedua adalah memastikan pejabat daerah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang membawa kemaslahatan sesuai prinsip utama syariat Islam. Ia menekankan bahwa nilai keadilan dan kebermanfaatan harus tercermin dalam setiap kebijakan pembangunan.

Ketiga, memperkuat kerja sama antara pemerintah, akademisi, lembaga filantropi, dan masyarakat. Marullah menegaskan pembangunan tidak bisa hanya bergantung pada APBD, melainkan membutuhkan dukungan partisipasi publik secara luas.

“Pertemuan hari ini jangan hanya berhenti pada acara seremonial, tetapi harus berdampak nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia berwawasan internasional dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya.

Seminar Internasional ini menjadi ruang diskusi yang mengaitkan peran agama dengan pembangunan sosial modern. Tema besar yang diusung sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota yang inklusif, toleran, dan berorientasi global.

Para peserta, mulai dari akademisi hingga masyarakat umum, mendapatkan wawasan mengenai tantangan dan peluang dalam membangun identitas nasional berbasis nilai Islam. Hal ini juga memperkuat peran Jakarta sebagai pusat pemikiran strategis dalam kancah regional maupun internasional.

Melalui kegiatan ini, Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai laboratorium sosial yang merepresentasikan keragaman sekaligus kemajuan. Kolaborasi lintas sektor yang ditekankan Marullah menjadi kunci untuk membawa ibu kota bersaing dengan kota-kota besar dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.