Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melewati Perlintasan Sebidang, Pakar Berkendara Tekankan Etika

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 18:15 WIB | Oleh:
Melewati Perlintasan Sebidang, Pakar Berkendara Tekankan Etika Doc: ANTARA/HO-PT KAI Daop 1 Jakarta
Ket. Ilustrasi jalur rel kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta akan memperbaiki geometri jalur di perlintasan sebidang Jalan Gunung Sahari, Jakarta, tepatnya petak jalan rel antara Stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Kemayoran pada 9-10 Maret 2026.

JAKARTA - Pengamat keamanan berkendara dan Direktur Pelatihan Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menekankan pengemudi harus memahami etika dan cara berkendara ketika melewati perlintasan sebidang agar tidak membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengendara lain.

"Justru yang harus diperbaiki adalah cara atau etika melintas rel dan tidak menerobos palang,” kata Sony saat dihubungi oleh wartawan di Jakarta, Selasa (28/4).

Sony menyatakan hal tersebut ketika mengomentari mobil taksi listrik yang terlibat kecelakaan kereta di perlintasan sebidang di Bekasi, Jawa Barat. Otoritas saat ini masih menyelidiki kecelakaan tersebut.

Dia menyatakan penyebab kendaraan mogok pada kecelakaan tersebut tidak bisa langsung dikaitkan dengan urusan teknis seperti gangguan kelistrikan atau roda selip di permukaan rel.

Di luar urusan teknis, Sony menekankan bahwa hal terpenting adalah kedisiplinan dan pemahaman pengemudi terhadap aturan dasar mengemudi saat melewati perlintasan sebidang. Tindakan menerobos palang pintu atau mengabaikan sinyal peringatan dinilai sebagai pelanggaran serius yang berpotensi membahayakan nyawa.

Kepatuhan terhadap rambu, tidak memaksakan diri saat kondisi tidak aman, serta memahami karakter kendaraan menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan di perlintasan sebidang.

Perusahaan penyedia jasa layanan transportasi, menurut Sony, juga perlu berperan lebih aktif dalam memberikan edukasi kepada pengemudi. Edukasi tidak cukup hanya melalui buku manual, namun, perusahaan, menurut dia, perlu memberikan pelatihan atau sosialisasi yang lebih komprehensif terutama tentang kondisi darurat di jalan.

Selain etika berkendara, pengemudi juga perlu memahami kendaraan mereka untuk menghindari kesalahan saat mengoperasikannya.

Kendaraan listrik yang beredar di pasar Indonesia pada umumnya sudah dibekali dengan teknologi canggih sehingga menuntut cara berkendara yang lebih bijak. 

“Kurangnya pemahaman terhadap sistem kendaraan, khususnya pada aspek kelistrikan, juga dapat memicu kesalahan dalam pengoperasian,” ujar dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Kunjungan Menteri Pertahana...
Nasional
Ekonomi Dinilai Sulit Tumbu...
Nasional
Perkuat Aksi Dini untuk Ant...
Nasional
Pariwisata Indonesia Butuh ...
Luar Negeri
Trump Desak Raksasa Minyak ...

Min Aung Hlaing akan Kunjungi Tailan

2 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Min Aung Hlaing akan Kunjun...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.