Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Sorong Gandeng Universitas Brawijaya Susun Kajian Risiko Bencana Banjir

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Pemkot Sorong Gandeng Universitas Brawijaya Susun Kajian Risiko Bencana Banjir Doc: antara foto
Ket. Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong bersama tim akademisi dari Universitas Brawijaya di Kantor Pemkot Sorong, Selasa (30/9).

SORONG - Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, Provinsi Papua Barat Daya menggandeng Universitas Brawijaya dalam penyusunan dokumen kajian risiko bencana sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi dan menangani bencana banjir secara terukur, ilmiah, dan efisien.

Kerja sama ini ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong bersama tim akademisi dari Universitas Brawijaya di Kantor Pemkot Sorong, Selasa (30/9).

Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Sorong Hanok J. Talla mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan data, informasi, dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan guna memastikan dokumen kajian risiko bencana benar-benar mencerminkan kondisi aktual di lapangan.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Sorong memberikan apresiasi atas keterlibatan tim akademisi dalam penyusunan dokumen penting ini,” jelasnya.

Ia menilai kolaborasi ini akan memperkuat kapasitas pemerintah kota dalam mitigasi bencana.

Menurut dia, kehadiran tim dari Universitas Brawijaya selain memperkaya substansi kajian juga menjadi media transfer pengetahuan bagi BPBD, organisasi perangkat daerah, dan stakeholder lainnya.

“Dokumen ini nantinya akan menjadi acuan penting dalam memberikan edukasi serta penguatan kebijakan kebencanaan di Kota Sorong,” ujar Hanok.

Ia menjelaskan bahwa dokumen ini akan menjadi dasar perencanaan strategis dalam penanggulangan bencana, termasuk penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), rencana kontingensi, serta integrasi kebijakan kebencanaan dalam tata ruang daerah.

“Melalui forum diskusi ini kita harapkan dapat menyusun dokumen yang benar-benar valid, akurat, dan aplikatif dalam menghadapi potensi bencana yang kerap melanda Kota Sorong, khususnya banjir,” katanya.

Kegiatan FGD ini diikuti oleh perwakilan OPD, akademisi, tokoh masyarakat, serta lembaga-lembaga terkait di bidang kebencanaan dan lingkungan.

Dia berharap dokumen kajian risiko bencana yang sedang disusun segera dirampungkan sehingga nantinya dijadikan pedoman dalam perencanaan pembangunan yang berbasis mitigasi risiko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Advertisement
gaia musik festival
Olahraga
The Blues Sambangi Indonesi...
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.