Unik Nih, Semarang Bakal Selenggarakan Balap Sepeda Gunung dengan Lintasan Higtspeed
📅 Minggu, 28 Sep 2025, 21:03 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SEMARANG – Pada tanggal 4-5 Oktober Kota Semarang akan menyelenggarakan Balap sepeda gunung 76 Indonesian Downhill (IDH) Urban 2025 Seri 2. Lokasinya di Desa Tegalsari dan akan finis di Taman Budaya Raden Saleh.
Event Director 76 IDH Urban Aditya Nugraha mengatakan lintasan Tegalsari memiliki karakter berbeda dari seri perdana di Pasuruan, dengan tingkat kecepatan hingga 85 persen, panjang trek lebih singkat sekitar 50–100 meter, dan penambahan rintangan baru. “Banyak rider menantikan desain lintasan highspeed yang kami hadirkan di Seri 2 ini,” kata Aditya dalam keterangan resminya, Minggu.
Kompetisi ini mempertandingkan 12 kategori, mulai dari Men Elite, Men Junior, Women Open, Men Youth, hingga kelas Men Master dan Sport. Penyelenggara juga menghadirkan jump contest dan sportainment yang melibatkan masyarakat sekitar serta mendukung potensi sporttourism.
Sejumlah rider nasional dipastikan ambil bagian, termasuk M. Abdul Hakim dari Jepara yang finis keempat pada Seri 1 kategori Men Elite. “Saya mempersiapkan fisik, mental, dan sepeda sebaik mungkin. Target saya podium pertama,” ujarnya.
Berbeda dengan seri 76 Indonesian Downhill (IDH) 2025 yang berstatus points race berlisensi UCI, seri urban ini bersifat non-series dengan kombinasi kompetisi dan hiburan. Penyelenggara tetap menggunakan juri resmi PB ISSI, sistem pencatatan waktu, dan memberikan hadiah untuk lima besar dalam setiap kelas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Paralayang NTB
Sementara itu, sebanyak 80 atlet dunia terbang dari Sky Lancing Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada ajang paralayang internasional bertajuk Skylancing X’Cross Country Championship 2025 pada 13–19 Oktober 2025. "Kejuaraan perdana ini akan menghadirkan 80 atlet nasional dan internasional dari 10 negara dengan total hadiah Rp300 juta," kata Ketua Sky Lancing Lombok Roy Rahmanto di Lombok Tengah, Minggu.
Ia mengatakan event ini tidak hanya menjadi kompetisi olahraga dirgantara, tetapi juga momentum memperkenalkan Lombok sebagai destinasi sport tourism dunia. “Untuk pertama kalinya, ajang paralayang cross country ini digelar di Lombok. Kami berharap bisa menjadi sarana promosi wisata olahraga, sekaligus menegaskan kesiapan NTB menyambut PON 2028,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hingga 28 September, sebanyak 69 atlet telah terdaftar, berasal dari Indonesia, China, Hongkong, Malaysia, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, Swiss, Kazakhstan, dan Italia. "Ajang ini masuk kalender resmi paralayang Indonesia 2025 serta program kerja PB FASI dan FASI NTB," katanya.
Lokasi take-off ditetapkan di Sky Lancing Lombok Paragliding, Dusun Lancing, Desa Mekarsari, Lombok Tengah. Sementara titik landing berada di Lapangan Giri Menang, Kantor Bupati Lombok Barat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!