Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenbud Resmikan Bangunan Cagar Budaya Baru di Bandung

📅 Sabtu, 27 Sep 2025, 17:15 WIB | Oleh:
Kemenbud Resmikan Bangunan Cagar Budaya Baru di Bandung Doc: Kementerian Kebudayaan
Ket. Rumah Inggit Ganarsih di Kota Bandung yang dijadikan Cagar Budaya baru oleh Kementerian Kebudayaan

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menetapkan tiga bangunan bersejarah di Kota Bandung sebagai Cagar Budaya tingkat nasional. Diantaranya, Aula Barat dan Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB), Gedung Indonesia Menggugat, dan Rumah Inggit Garnasih.

Penetapan ketiga bangunan tersebut tidak terlepas dari peran Kota Bandung sebagai pusat lahirnya pergerakan nasional Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN), Reiza D Dienaputra.

“Bandung itu sangat layak disebut kota pergerakan nasional, di sini lahir tiga organisasi besar. Indische Partij pada 1912, Partai Kesatuan Islam, dan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 1927," katanya dalam keterangan pers , Sabtu (27/9).

Ia menjelaskan, Aula Barat dan Timur ITB merupakan salah satu simbol lahirnya pemikiran modern di masa kolonial. Gedung ini dibangun pada era Technische Hogeschool (THS), sekolah tinggi teknik pertama di Hindia Belanda.

Di sanalah sejumlah tokoh pergerakan nasional pernah menimba ilmu, termasuk Soekarno dan sahabatnya, Anwari. Keduanya bekerja sama untuk mendirikan biro arsitek.

Meski jumlah mahasiswa pribumi saat itu sangat terbatas, peran mereka sangat signifikan dalam membangun kesadaran kebangsaan. "Aula Barat dan Timur layak ditetapkan karena kontribusinya dalam melahirkan tokoh-tokoh pergerakan nasional," ujar dia.

Lebih lanjut, alasan Gedung Indonesia Menggugat dijadikan Cagar Budaya adalah dulunya berfungsi sebagai ruang sidang Landraad. Gedung ini mencatat sejarah penting ketika Soekarno membacakan pledoinya berjudul Indonesia Menggugat pada 1930.

Bangunan ketiga adalah Rumah Inggit Garnasih di kawasan Ciateul. Meski bentuk fisiknya kini berbeda dari rumah asli, lokasinya tetap sama.

"Soekarno tidak bermodal, tapi Inggitlah yang menopang. Dari rumah itu, lahir perjalanan-perjalanan politik yang menyebarkan semangat kemerdekaan," kata dia.

Ketua Tim Ahli CBN, Surya Helmi mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya telah mengusulkan dua belas Cagar Budaya di Bandung. Usulan tersebut akan diserahkan kepada Kementerian Kebudayaan.

Menurut Helmi, rekomendasi tim melalui proses penilaian yang panjang sesuai kriteria. Ada bangunan yang telah diusulkan selama bertahun-tahun namun kekurangan data sehingga harus dilengkapi.

Persoalan dalam pemanfaatan bangunan cagar budaya adalah harus memperhatikan isu keselamatan dan keamanan.

"Konsekuensinya bagi daerah adalah suatu kebanggaan, pemanfaatannya juga bisa untuk wisata sejarah," ucap dia. ils/I-1 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.