Kenalan dengan Clutch, Zayu, dan Maple: Maskot Resmi Piala Dunia 2026
📅 Jumat, 26 Sep 2025, 03:00 WIB | Oleh: Alfred
Doc: FIFA.com
JAKARTA - FIFA resmi memperkenalkan tiga maskot Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Elang bernama Clutch, jaguar Zayu, dan rusa Maple dipilih untuk merepresentasikan semangat, energi, dan persatuan, sekaligus menjadi maskot FIFA pertama yang dapat dimainkan dalam gim FIFA Heroes.
Laman FIFA pada Kamis menyebutkan, tiga maskot dirilis untuk merepresentasikan binatang asli dari ketiga negara tuan rumah yakni elang (Amerika Serikat), jaguar (Meksiko) dan rusa (Kanada).
Maskot elang dinamai Clutch, jaguar dinamai Zayu, sedangkan rusa Kanada dinamai Maple.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan Clutch, Zayu dan Maple adalah bentuk kegembiraan, energi dan semangat kebersamaan, sesuai dengan spirit Piala Dunia.
"Ketiga maskot ini menjadi pusat atmosfer luar biasa dan menghibur, yang kami ciptakan untuk turnamen yang bakal mengubah segalanya ini," terang Infantino.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Maskot-maskot itu akan memikat hati dan memicu perayaan di seluruh Amerika Utara dan dunia," tambah dia.
Maple, Zayu, dan Clutch akan menjadi maskot kompetisi FIFA pertama yang dapat dimainkan, dalam judul baru berlisensi FIFA, FIFA Heroes, yang akan diluncurkan tahun depan.
Sejauh ini 18 tim lolos ke Piala Dunia 2026, yakni AS, Meksiko, Kanada, Australia, Iran, Uzbekistan, Yordania, Korea Selatan, Jepang, Maroko, Tunisia, Argentina, Brasil, Kolombia, Ekuador, Paraguay, Uruguay dan Selandia Baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, anggota Eksekutif Komite PSSI Arya Sinulingga menyatakan PSSI masih menunggu jawaban FIFA mengenai protes terhadap penunjukan wasil asal Kuwait yang memimpin laga pertama Indonesia pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dalam laga melawan Saudi yang dimainkan di King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi, pada 9 Oktober pukul 00.15 WIB, wasit yang memimpin pertandingan ini adalah Ahmed Al-Ali.
PSSI memprotes karena Al-Ali berasal dari kawasan yang sama dengan Saudi, yaitu Timur Tengah, sehingga ditakutkan memengaruhi objektivitas pertandingan.
“Masih kita tunggu. Tunggu saja,” kata Arya dalam playoff Media Cup 2025 di Jakarta, Kamis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!